Pembelajaran Terus Berlanjut di Satuan Pendidikan NTT

Pembelajaran di NTT Tetap Berjalan Meskipun Terdampak Gempa

Jakarta, CNN Indonesia — Pembelajaran di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan meskipun terdampak gempa. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmen untuk memastikan keselamatan guru dan murid di wilayah bencana.

Bantuan Dukungan untuk Pembelajaran di NTT

Bantuan dukungan untuk proses pembelajaran sudah mulai didistribusikan ke berbagai wilayah terdampak bencana, salah satunya adalah Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat di Pulau Flores, NTT. Tim Kemendikdasmen telah memberikan bantuan berupa paket bingkisan anak, school kit, dan family kit untuk mendukung pembelajaran di masa darurat.

Data Jumlah Satuan Pendidikan Terdampak

Berdasarkan data Satuan Pendidikan Aman Bencana, terdapat 512 satuan pendidikan di tujuh kabupaten di NTT yang terdampak oleh gempa. Jumlah murid yang terkena dampak mencapai 94.452 orang, dengan 8.755 guru dan tenaga kependidikan. Sebanyak 52.268 murid di 276 satuan pendidikan terganggu pembelajarannya dan harus belajar di rumah masing-masing atau di titik pengungsian.

Panduan Pembelajaran di Masa Darurat

Kemendikdasmen melalui Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) terus memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi di situasi bencana. Satuan pendidikan diberi keleluasaan untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.

Panduan pembelajaran disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan yang terdampak. Materi pembelajaran yang esensial dan relevan ditekankan dalam proses pembelajaran. Dukungan psikososial, keselamatan diri, literasi dan numerasi dasar, serta pemulihan rutinitas belajar menjadi fokus utama dalam panduan tersebut.

Metode pembelajaran yang fleksibel dapat diimplementasikan, mulai dari pembelajaran tatap muka terbatas, pembelajaran mandiri, hingga berbagai metode lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi sumber daya yang tersedia.

Panduan ini juga menekankan aspek psikososial sebagai bagian penting dalam proses pemulihan. Lingkungan sekolah diharapkan dapat kembali menjadi tempat yang aman bagi murid, guru, dan tenaga kependidikan untuk memulai kembali aktivitas belajar secara bertahap.

Untuk mendukung implementasi di lapangan, Kemendikdasmen menyediakan contoh-contoh pembelajaran yang dapat diakses melalui laman Rumah Pendidikan.

Source link