Sanksi Skorsing terhadap Mahasiswa Unesa yang Lakukan Kekerasan Seksual di Grup WA
Pihak Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengambil tindakan tegas terhadap enam mahasiswa Fakultas Vokasi yang terlibat dalam kasus kekerasan seksual secara verbal di dalam grup percakapan WhatsApp. Keputusan sanksi skorsing akademik hingga tiga semester dijatuhkan setelah penerimaan rekomendasi dari Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan, di bawah Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis Unesa.
Varian Sanksi Sesuai Tingkat Keterlibatan
Menyikapi hasil pemeriksaan dan penilaian tingkat keterlibatan masing-masing mahasiswa dalam grup percakapan tersebut, sanksi yang diberikan bervariasi. Salah satu mahasiswa dijatuhi sanksi skorsing selama 3 semester, dua mahasiswa selama 2 semester, dan tiga mahasiswa selama 1 semester.
“Sanksi akademik tersebut diberikan sesuai tingkat keterlibatan masing-masing dalam percakapan grup. Ada satu anak yang disanksi tiga semester, dua anak disanksi dua semester, dan tiga anak disanksi satu semester,” ungkap Wakil Rektor Unesa, Martadi.
Penetapan sanksi didasarkan pada prinsip keadilan, proporsionalitas, dan evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek. Proses penilaian dilakukan melalui empat aspek utama, yaitu perlindungan korban, aspek yuridis, aspek sosiologis, serta aspek psikologis.
Program Pembinaan Moral dan Pendampingan Korban
Selain sanksi skorsing akademik, Unesa mencabut pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa milik salah satu terlapor sebagai konsekuensi pelanggaran etika. Para terduga diwajibkan mengikuti program disiplin dan rehabilitasi yang mencakup konseling wajib, pembinaan spiritual, dan penugasan dari Satgas PPK.
Martadi menjelaskan bahwa program pembinaan bertujuan membantu terlapor memahami dampak tindakan yang dilakukan, memperbaiki perilaku, dan membangun kembali pemahaman akan etika komunikasi serta penghormatan terhadap sesama sivitas akademika.
Unesa juga memberikan pendampingan berkelanjutan kepada korban, dengan pendampingan akademik untuk memastikan kelangsungan studi mereka. Sebagai langkah pencegahan ke depan, Unesa akan terus mengintensifkan mitigasi dengan memperkuat literasi pencegahan kekerasan, edukasi etika komunikasi di ruang digital, dan pengawasan secara berkala.












