Tips Mengatasi Teriakan ABK Tanpa Alarm

Kapal KM Mutiara Sentosa Terbakar di Perairan Sumenep, Madura

Sebuah kejadian tragis terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, saat kapal KM Mutiara Sentosa terbakar pada Minggu (2/8). Pasangan suami istri, Ari Hidayat dan Denik Rohana, yang merupakan salah satu penumpang selamat dari kebakaran tersebut, mengungkapkan bahwa tidak ada alarm tanda bahaya yang berbunyi. Peringatan hanya disampaikan melalui teriakan anak buah kapal (ABK).

Penumpang Berusaha Selamatkan Diri dari Kebakaran

Ari dan Denik, bersama dengan dua rekan mereka, Trala dan Ferdi, tengah dalam perjalanan membawa tujuh ekor kuda ke Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka memberikan kesaksian mengenai momen mengerikan ketika api melanda kapal yang mereka tumpangi. Meskipun tidak ada alarm tanda bahaya yang berbunyi, seluruh penumpang sempat mengenakan pelampung untuk menyelamatkan diri.

Denik menceritakan bahwa ia pertama kali menyadari kebakaran saat melihat asap dari bagian bawah kapal. Mereka berdua, bersama dengan penumpang lain, akhirnya dipindahkan ke dek haluan terbuka bagian depan kapal dalam upaya evakuasi. Di tengah kepanikan dan ketakutan, Ari berhasil menghubungi keluarganya sebelum akhirnya mereka semua terjun ke laut.

Evakuasi Penumpang dan Kerugian Akibat Kebakaran

Setelah terjun ke laut, Ari dan Denik serta penumpang lainnya terombang-ambing selama lebih dari satu jam sebelum diselamatkan oleh sebuah kapal tanker yang melintas. Proses evakuasi tidaklah mudah, dan disebutkan bahwa ada penumpang yang tewas karena kondisi tidak mampu untuk naik ke kapal evakuasi.

Akibat kebakaran ini, tujuh ekor kuda yang dikirim oleh Ari tidak dapat diselamatkan dan diduga ikut terbakar bersama dengan mobil pengangkutnya. Hal ini menyebabkan kerugian hingga mencapai Rp300 juta bagi Ari dan Denik. Mereka berharap mendapat ganti rugi atas kejadian tersebut serta mencari keberadaan dua rekannya yang hingga kini belum ditemukan.

Source link