Tragedi Balita QSH yang Meninggal setelah Dianiaya Ibu Tirinya
Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah tragedi menimpa seorang balita perempuan berinisial QSH yang menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya, DM, di Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Balita yang berusia 4 tahun tersebut akhirnya meninggal dunia setelah menjalani operasi dan perawatan intensif di RSUD Koja, Jakarta Utara.
Kronologi Kejadian
Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, mengonfirmasi bahwa QSH telah meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan. Meskipun begitu, belum ada rincian mengenai penyebab pasti kematiannya. Polisi sendiri telah menetapkan DM sebagai tersangka dalam kasus ini.
Peristiwa tragis ini terungkap ketika tersangka membawa korban ke rumah sakit dengan alasan terpeleset di kamar mandi. Namun, luka dan cedera yang ditemukan oleh tenaga medis tidak sesuai dengan keterangan tersebut. Hasil visum sementara mengindikasikan adanya luka memar di beberapa bagian tubuh korban.
Motif Penganiayaan
Berdasarkan pemeriksaan, DM diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap QSH sebagai bentuk disiplin yang berlebihan. Tindakan tersebut meliputi pemukulan, pencubit, hingga perlukaan menggunakan benda tajam seperti sikat gigi. Selain itu, motif dari penganiayaan tersebut juga diduga karena adanya rasa sakit hati tersangka terhadap suaminya.
Diketahui bahwa QSH tinggal bersama DM dan adiknya yang berusia satu tahun. Ayah kandung korban bekerja di luar negeri dan tidak mengetahui peristiwa kekerasan yang dialami oleh anaknya. Kasus ini masih terus diselidiki untuk mengungkap seluruh motif dan keterangan terkait peristiwa tragis ini.












