Partai Buruh: Tanggapan Presiden Said Iqbal tentang Pengunduran Diri Massal
Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, memberikan tanggapannya terkait pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Buruh, Ferri Nuzarli, yang menyebut dirinya beserta 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) keluar dari partai tersebut.
Said menegaskan bahwa pengunduran diri kader merupakan hal yang biasa dalam dinamika partai dan tidak memengaruhi kekokohan Partai Buruh. Ia juga menyatakan bahwa partainya akan tetap melantik pengurus pleno tingkat pusat serta pengurus di 38 provinsi dan 493 kabupaten/kota pada Senin (29/6).
Keputusan Pengunduran Diri Massal
Ferri Nuzarli sebelumnya mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya beserta keluarnya 1,3 juta anggota dan pengurus ORI dari Partai Buruh. Keputusan ini diambil setelah ORI merasa adanya perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan dengan Partai Buruh.
Kelompok ORI dipimpin oleh Andi Gani Nena Wea dan menjadi salah satu inisiator pendirian Partai Buruh pada Kongres I Oktober 2021. Ferri mengklaim bahwa ORI bersama KSPSI Andi Gani merupakan organisasi inisiator terbesar di Partai Buruh.
Persoalan Internal dan Penyelesaiannya
Ferri menekankan bahwa persoalan internal sebenarnya telah lama diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, setelah evaluasi dan masukan dari pengurus di daerah, ORI memutuskan untuk mengakhiri kerja sama politik dengan Partai Buruh.
Ferri juga memastikan bahwa pengunduran diri dilakukan secara baik-baik dan tetap menjaga hubungan dengan Partai Buruh. Ia menginstruksikan seluruh kader ORI dan KSPSI Andi Gani yang masih menduduki jabatan di Partai Buruh untuk segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
Ferri menegaskan bahwa pengunduran diri ini akan berdampak signifikan terhadap Partai Buruh dan merupakan keputusan yang diambil dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh dari anggota ORI. (lau/end)












