Berita  

Gugatan Ketua MPR Muzani ke PN Jakpus: Analisis Polemik Cerdas

Ketua MPR Digugat ke PN Jakpus Terkait Polemik Lomba Cerdas Cermat

Jakarta, CNN Indonesia — Polemik yang terjadi dalam penyelenggaraan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026 membawa Ketua MPR, Ahmad Muzani, digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus.

Gugatan tersebut diajukan oleh David Tobing dan teregistrasi dengan nomor 335/Pdt.G/2026/PN Jkt.Pst. Selain Muzani, David juga menggugat para Juri dan MC yang bertugas dalam final tersebut, yaitu Dyasita Widya Budi, Indri Wahyuni, dan Shindy Luthfiana.

Tuntutan Gugatan

Dalam petitumnya, David meminta Majelis Hakim untuk mengabulkan gugatan seluruhnya dan menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum. Selain itu, David juga memerintahkan Muzani untuk memberhentikan Dyasita Widya Budi dan Indri Wahyuni serta melarang keduanya menjadi Juri di kegiatan resmi kenegaraan di berbagai tingkatan.

Sidang perdana rencananya akan digelar pada 2 Juni 2026. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Ahmad Muzani terkait gugatan yang diajukan.

Penilaian Kontroversial dalam Lomba Cerdas Cermat

Insiden viral dalam final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Provinsi Kalimantan Barat bermula saat dewan juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama oleh regu B dan C dalam pertanyaan rebutan.

Salah satu peserta dari regu C menekan bel terlebih dahulu dan menjawab bahwa anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden. Meski jawaban tersebut sudah benar, regu C malah diberi nilai minus oleh salah satu juri.

Protes pun muncul dari peserta regu C yang merasa jawaban mereka telah dianggap salah meski sama dengan regu B. Namun, penjelasan dari dewan juri tidak mampu memuaskan peserta yang merasa telah dianiaya.

Kejadian kontroversial ini memicu gugatan yang diajukan oleh David Tobing kepada Ketua MPR dan pihak terkait. Di tengah polemik tersebut, sisa dewan juri juga meminta agar peserta lebih memperhatikan artikulasi saat menjawab pertanyaan demi menghindari penilaian yang kontroversial.

Source link