Pemerintah Banten Perketat Pengawasan Terhadap Hantavirus di Bandara Soetta
Pemerintah Provinsi Banten meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus dengan memperketat pengawasan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Langkah ini diambil untuk mencegah masuknya kasus hantavirus dari luar negeri melalui pintu kedatangan internasional sebagai salah satu jalur utama mobilitas penumpang.
Peningkatan Pengawasan di Bandara Soetta
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyatakan bahwa pengawasan diperketat melalui kerja sama dengan pihak kekarantinaan kesehatan di area bandara. Peningkatan pengawasan tersebut terutama dilakukan di pintu masuk Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Soekarno-Hatta dan BKK Kelas I Banten.
Pemprov Banten juga tidak hanya memfokuskan peningkatan pengawasan di bandara, namun juga dalam seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Perhatian khusus diberikan kepada rumah sakit sentinel penyakit infeksi emerging di Banten, yaitu RSUD Kabupaten Tangerang. Penyiapan rumah sakit ini bertujuan untuk memonitor dan menangani potensi kasus yang muncul di wilayah tersebut.
Tindakan dan Imbauan dari Pemerintah
Meski langkah pengawasan semakin ketat, pemerintah meminta agar masyarakat tetap tenang menghadapi situasi ini. Ati menekankan bahwa langkah pencegahan efektif dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Masyarakat diimbau untuk mencegah tikus masuk ke dalam rumah, menjaga sanitasi lingkungan, serta menyimpan makanan di wadah tertutup rapat.
Hantavirus merupakan penyakit menular jenis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang jarang penularannya dari manusia ke manusia. Gejala yang muncul pada penderita antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot dan betis, tubuh lemas, mual, muntah, hingga kulit menguning.
Perlu dicatat bahwa Banten pernah mencatat satu kasus positif hantavirus pada November 2025, namun pasien tersebut telah sembuh total. Kasus ini dianggap sebagai kasus terisolasi dan tidak berkaitan dengan wabah hantavirus yang baru-baru ini dilaporkan terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius.












