Dampak Serius Demam Berdarah Dengue pada Dewasa
Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sukamto Koesnoe menegaskan bahwa demam berdarah dengue (DBD) juga berdampak signifikan pada kelompok usia dewasa, terutama mereka yang sudah produktif. Menurutnya, risiko tinggi dan dampak luas dari DBD pada dewasa sering diabaikan, padahal banyak pasien dewasa yang harus dirawat inap akibat penyakit ini. Itu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan produktivitas keluarga, terutama pada mereka dengan kondisi penyerta atau komorbiditas seperti diabetes dan hipertensi.
Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Dewasa dan Anak
Sukamto menekankan perlunya melakukan pencegahan sejak dini untuk mengurangi risiko kondisi yang lebih serius. Masyarakat diimbau untuk memasukkan langkah-langkah pencegahan ke dalam rutinitas sehari-hari, mulai dari menjaga lingkungan hingga berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tentang opsi pencegahan yang tepat, seperti imunisasi. Perubahan pola cuaca yang tidak menentu turut meningkatkan risiko penyebaran DBD, sehingga langkah pencegahan harus dilakukan secara komprehensif.
Kesadaran Penting untuk Pencegahan DBD pada Anak
Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi menjelaskan bahwa demam berdarah dengue memiliki karakteristik unik, terutama pada anak-anak. Sebagian besar kasus DBD terjadi pada kelompok usia 5–44 tahun, di mana proporsi kematian terbesar terjadi pada anak usia 5–14 tahun. Pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengendalian lingkungan dan perlindungan tambahan.
Hartono menambahkan bahwa vaksinasi dengue direkomendasikan bagi anak usia 4 hingga 18 tahun. Dia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan perlindungan diri, terutama pada anak-anak. Tim IDAI berkolaborasi dengan masyarakat untuk melindungi mereka dari risiko DBD, termasuk melalui edukasi dan akses layanan kesehatan yang lebih baik.
Kolaborasi dalam Pencegahan DBD
PT Takeda Innovative Medicines dan Halodoc bekerja sama dalam upaya pencegahan DBD dengan fokus pada edukasi dan akses layanan kesehatan. Melalui kerjasama ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya perlindungan kesehatan yang komprehensif, terutama dalam menghadapi risiko DBD yang dapat berdampak serius pada kesehatan dewasa maupun anak-anak.












