Gusti Bhre: Urgensi Pelestarian Air dan Lingkungan
KANJENG Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara X atau yang akrab disapa Gusti Bhre, menyoroti makna air bagi masyarakat Jawa. Sebagai pemimpin Pura Mangkunegaran di Surakarta, Bhre mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam melestarikan pelestarian air bersih. Menurutnya, dalam budaya Jawa, air memiliki kedudukan yang sangat tinggi secara spiritual.
Bhre menjelaskan bahwa air dianggap suci dan melambangkan kebersihan dalam kehidupan masyarakat Jawa. Lebih dari itu, air juga dianggap sebagai sumber kehidupan yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu, menjaga kelestarian alam dan sumber daya air merupakan tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan bersama.
Filantropi Lingkungan oleh Bhre
Dalam kunjungannya ke wahana bermain air New Rivermoon di Klaten, Jawa Tengah pada Senin, 4 Mei 2026, Bhre secara filosofis menyampaikan pentingnya menjaga alam dan sumber daya air. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah permasalahan sampah, yang dapat mencemari sumber daya air.
Bhre mendorong masyarakat, terutama di sekitar wilayah Pura Mangkunegaran, untuk mengelola limbah dengan baik guna menjaga keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukanlah tanggung jawab individu semata, namun merupakan usaha kolektif yang harus dilakukan bersama.
Keberlanjutan Kawasan yang Ditekuni oleh Bhre
Selain itu, Bhre juga turut meninjau pengelolaan wisata di kawasan DAS Pusur, Klaten, yang mengembangkan kegiatan susur sungai (river tubing) berbasis masyarakat. Bhre menyambut baik upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui wisata sekaligus menjaga kelestarian alam sekitar.
Dalam pandangan Bhre, upaya menjaga keberlanjutan kawasan harus melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga pelaku usaha. Ia berharap bahwa upaya pelestarian sumber daya air akan terus berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat di sekitar.












