Wakil Ketua DPR Desak Kampus Nonaktifkan Dosen Penasehat Daycare
Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti meminta kampus menonaktifkan dosen yang menjadi penasehat yayasan tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Langkah ini diambil sebagai langkah antisipasi jika terbukti terlibat dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha.
Esti mengatakan bahwa tenaga pendidik maupun tokoh yang terlibat dalam kasus kekerasan seharusnya mendapat tambahan hukuman. Menurutnya, hukuman sanksi terhadap mereka bisa tiga kali lipat dari sanksi yang diberikan kepada umum yang tidak paham.
Jika terbukti ada keterlibatan dosen atau tenaga pendidik di balik kasus ini, Komisi X DPR akan melakukan pembahasan terkait hal tersebut. Selain itu, Esti menyatakan bahwa penanganan kasus kekerasan di Daycare Little Aresha tidak boleh berhenti pada proses hukum semata, tetapi juga harus memastikan pemulihan korban secara menyeluruh.
Kondisi Korban
Kondisi anak-anak yang menjadi korban kekerasan di Daycare Little Aresha dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia, bronkitis, infeksi kulit (gatal), infeksi saluran kemih (ISK), hingga stunting dan keterlambatan tumbuh kembang. Para orang tua berharap agar seluruh video yang beredar di media sosial segera diturunkan, karena dinilai sangat mengganggu kondisi psikologis orang tua maupun mental anak-anak.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya membenarkan bahwa penasehat Daycare Little Aresha, Cahyaningrum Dewojati, merupakan salah satu dosen aktif di kampus mereka. Namun, UGM menegaskan bahwa tidak memiliki relasi apapun dengan Yayasan Daycare Little Aresha.
Polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak kekerasan di Daycare Little Aresha, termasuk kepala yayasan, kepala sekolah, dan sebelas pengasuh. Proses hukum terus berjalan untuk mengungkap kebenaran dan memastikan keadilan bagi korban.










