Pada Sabtu kemarin, Dadang (57) warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengalami tragedi di tengah pesta pernikahan anaknya. Kejadian tragis ini terjadi ketika sejumlah pemuda, diduga dalam keadaan mabuk, memukuli Dadang. Saat itu, Dadang sedang menggelar pesta pernikahan anaknya di rumah dengan menghadirkan hiburan organ tunggal untuk tamu undangan. Pada saat hiburan organ sedang berlangsung, sekelompok orang yang diduga mabuk mendatangi pesta tersebut.
Mereka meminta uang kepada pemain organ dengan dalih ingin membeli minuman tambahan. Meskipun ditawari uang sebesar Rp100 ribu, mereka menolak dengan alasan kurang. Akibat pengaruh minuman keras, situasi menjadi kacau dan menimbulkan keributan. Dadang mencoba meredakan keributan tersebut, namun ia malah menjadi korban pukulan menggunakan sebilah bambu di tengah kerumunan tamu dan keluarga.
Terluka parah, Dadang langsung dilarikan ke rumah sakit Bhakti Husada, namun sayangnya nyawa Dadang tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis. Para pelaku pembunuhan tersebut melarikan diri setelah peristiwa tragis tersebut. Sampai saat ini, kepolisian sedang mendalami kasus ini untuk menemukan pelaku yang bertanggung jawab. Selengkapnya bisa dilihat pada sumber berita terkait.












