Presiden RI Prabowo Subianto dikabarkan akan terbang ke Teheran, Iran bersama dengan pemimpin Pakistan untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Kabar ini disampaikan oleh Jimly Asshidiqie setelah pertemuan antara Prabowo dengan ulama di Istana Kepresidenan Jakarta. Prabowo didatangi oleh pimpinan Pakistan yang mengundangnya ke Teheran untuk bersama-sama mencegah perburukan konflik yang sedang terjadi.
Jimly tidak yakin apakah Prabowo ditelepon oleh Presiden atau Perdana Menteri Pakistan, namun dia menegaskan bahwa keduanya akan pergi bersama ke Teheran. Rencana ini bukanlah sebagai mediator antara Israel dan Iran, tetapi lebih sebagai upaya Indonesia untuk mendapatkan peran yang lebih aktif dalam geopolitik dunia.
Di sisi lain, Prabowo juga diminta untuk secara terbuka menyampaikan dukacita atas meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Majelis Syuro Front Persaudaraan Islam (FPI) Muhammad Hanif Alatas. Menurut Hanif, Iran adalah negara sahabat bagi Indonesia dan saat ini membutuhkan dukungan dalam melindungi kedaulatannya dari serangan AS-Israel.
Semua langkah ini diambil untuk mencegah eskalasi konflik di kawasan tersebut dan memberikan dukungan moral kepada Iran dalam situasi yang sedang dihadapi. Dengan demikian, Indonesia berperan aktif dalam memperjuangkan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.










