Berita  

Tarawih Berjemaah di Musala Darurat: Momen Solidaritas Korban Bencana Aceh

Para korban bencana hidrometeorologis sporadis pada bulan November tahun lalu di Sumatra, terutama di Aceh, masih terpaksa berada di daerah pengungsian selama Ramadan 2026 karena proses rekonstruksi dan penanggulangan pasca bencana belum selesai. Hal ini terjadi di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, di mana warga terkena dampak masih tetap melaksanakan ibadah salat tarawih berjemaah pertama pada bulan Ramadan tahun ini di musala darurat pada malam Rabu, 18 Februari.

Meskipun musibah masih menghantui, warga Aceh yang terdampak bencana tetap menunjukkan ketaatan mereka dalam menjalankan ibadah. Sebagai contoh adalah Musala Desa Manyang Cut yang sebelumnya tertimbun lumpur tebal sehingga warga terpaksa beribadah di musala darurat. Wakil Kepala Imam Musala, Jailani, merasa bersyukur karena musala darurat tersebut selesai tepat waktu sebelum Ramadan dimulai.

Musala darurat ini mampu menampung sekitar 50 jemaah laki-laki dan perempuan, yang semuanya tetap menjalankan ibadah tarawih dengan penuh khusyuk. Meskipun suasana Ramadan kali ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana hanya dua saf jemaah yang terlihat mengisi ruangan, namun semangat untuk tetap melaksanakan ibadah tidak surut.

Masyarakat korban bencana di wilayah Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, hingga Aceh Tengah juga menggunakan musala darurat untuk melaksanakan salat tarawih berjemaah. Meskipun dalam keadaan sulit, warga tetap menunjukkan keteguhan iman serta semangat dalam menjalankan ibadah meski berada di pengungsian. Seluruh ini menjadi cerminan kekuatan dan kebersamaan dalam menghadapi cobaan.

Source link