Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh oposisi pada Jumat, 30 Januari 2026. Prabowo disebut menghabiskan waktu selama sekitar 5 jam untuk berdiskusi beberapa isu di kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengungkapkan bahwa dirinya diundang dalam kapasitas sebagai mantan Ketua KPK dan tokoh undangan lainnya termasuk Menlu Sugiono, Mensesneg, Sjafrie, dan Mayjen Purnawirawan Zacky Makarim. Poin-poin diskusi dari pertemuan tersebut diurutkan oleh CNNIndonesia.com.
Abraham Samad memberikan pandangannya tentang peningkatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia yang pada tahun 2025 berada pada angka 37. Dia menekankan perlunya peta jalan untuk mencapai tujuan tersebut. Ia juga membahas empat hal penting terkait United Nations Convention Against Corruption (UNCAC). Selain itu, Prabowo mempertanyakan mengenai perubahan yang terjadi pada KPK sejak tahun 2019 yang dianggap melemahkan kerja pemberantasan korupsi.
Selain itu, di dalam pertemuan tersebut, tokoh undangan juga membahas reformasi kepolisian dan penyelamatan Sumber Daya Alam (SDA) sehubungan dengan pembentukan Satgas PKH. Penyelamatan SDA telah menjadi fokus penting, terutama dalam konteks pendapatan negara yang berkaitan dengan sumber daya alam. Prabowo juga membahas alasan Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace (BoP) Amerika Serikat dengan penekanan bahwa keanggotaan tersebut bukanlah hal yang tidak dapat dicabut.
Poin terakhir yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah perang terhadap oligarki yang merugikan sumber daya alam. Prabowo menegaskan komitmennya untuk mengejar dan melawan tindakan oligarki yang merampok negara. Dengan sikap tegasnya, Prabowo berjanji untuk memerangi oligarki tanpa kompromi.(KeyEvent)












