Evakuasi Udara Korban Pesawat ATR 42-500 Sulit: Tim Gelar Doa Bersama

Proses pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, masih belum dapat dilakukan oleh tim SAR gabungan melalui jalur udara. Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa meskipun evakuasi melalui udara merupakan prioritas, namun kondisi kabut tebal di sekitar lokasi kejadian membuat proses tersebut tidak memungkinkan. Tim rescue darat terus melakukan pencarian dan upaya evakuasi secara bertahap sambil berupaya menjangkau seluruh titik yang diduga menjadi lokasi korban.

Operasi SAR masih terus berlangsung dengan mengoptimalkan tim darat yang terus berusaha menembus medan untuk mencari dan mengevakuasi korban. Seluruh personel berdedikasi penuh dalam misi kemanusiaan ini, sambil terus mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan personel. Demi kelancaran operasi, doa dan dukungan masyarakat sangat diharapkan.

Tim SAR gabungan bersama warga Desa juga menggelar doa dan zikir untuk korban kecelakaan pesawat. Asrem Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, berharap agar proses pencarian dan evakuasi korban lancar. Seluruh warga diminta untuk turut mendoakan keselamatan dan keberhasilan dalam mencari korban yang masih tertimbun.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan jatuh di Gunung Bulusaraung setelah menabrak lereng. Hingga saat ini, tim SAR telah menemukan dua korban dan terus berupaya dalam pencarian. Korban pertama ditemukan pada Minggu, sementara korban kedua ditemukan pada Senin. Semoga kiranya operasi SAR dapat berjalan lancar dan semua korban dapat ditemukan dengan selamat.

Source link