Aktor Yama Carlos menolak diam ketika kebebasannya dalam berekspresi dengan melakukan impersonate dan bikin konten satir di media sosial dibungkam oleh pihak tak bertanggung jawab. Ia membagikan sejumlah bukti chat berisi ancaman dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya. Tangkapan layar pesan WhatsApp dari nomor asing menunjukkan upaya menelepon Yama Carlos dan meminta untuk menghapus konten TikTok selama seminggu terakhir. Oknum-oknum tersebut juga memanfaatkan orang sekitar Yama Carlos, menyebabkan ketidaknyamanan setelah ia mengunggah video konten satir terkait penanganan bencana. Meskipun Yama Carlos tidak menyebut nama orang atau pihak tertentu dalam video tersebut, masih ada yang merespon dengan teror atas kritik yang dilontarkan.
Dari pengalaman ini, Yama Carlos menyimpulkan bahwa bentuk ekspresi seni seperti impersonate, parodi, dan sarkas tampaknya tidak lagi berlaku. Ia menyoroti bahwa meskipun pembuat konten tidak menyebut nama siapapun, masih ada aturan-aturan yang membatasi kebebasan berekspresi. Yama Carlos pada awalnya percaya bahwa dalam negara demokrasi, warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan kritik. Namun, setelah mengalami ancaman dan ketidaknyamanan, ia mempertanyakan apakah masih ada ruang aman dan nyaman untuk berekspresi tanpa harus meminta izin atau melanggar aturan tertentu. Dengan kasus ini, Yama Carlos mengajak untuk merenungkan ruang aman dan nyaman dalam berekspresi tanpa harus merasa terancam atau diintimidasi.












