Sherly Annavita, seorang influencer terkenal dengan lebih dari 2 juta pengikut di Instagram, akhirnya angkat suara mengenai rangkaian teror yang dialaminya setelah mengomentari banjir di Pulau Sumatra. Selain menerima makian dan ancaman melalui pesan langsung, rumahnya bahkan dilempari dengan kantong berisi telur busuk. Mobil Sherly Annavita juga dicorat-coret dengan piloks merah, membuatnya tidak hanya merasa terancam namun juga merasa terganggu dengan keberadaan pelaku. Dalam upaya untuk mendapatkan perlindungan, Sherly Annavita melaporkan kejadian ini kepada Ketua RT dan pihak keamanan kompleks rumahnya.
Sherly Annavita tidak tinggal diam, ia juga mengunggah sebuah video dokumentasi berisi bukti-bukti mengenai teror yang dialaminya. Menurut Sherly, video ini dibuat dengan bantuan dua orang sahabatnya agar memiliki dokumentasi yang kuat dan tidak dapat disangkali sebagai hoaks. Sherly juga mengungkapkan bahwa pelaku meninggalkan identitas palsu dalam bentuk kertas yang digulung dan disertai pita di kediamannya. Ia merasa sangat terguncang dengan rangkaian teror ini namun berusaha untuk tidak memperlihatkan ketakutannya di depan publik.
Tak hanya itu, dalam video dokumentasi tersebut, Sherly memperlihatkan kantong plastik berisi telur busuk yang dilemparkan oleh pelaku. Pelaku juga meninggalkan pesan keras yang ditujukan untuk Sherly, memperingatkannya untuk tidak memanfaatkan bencana di Aceh demi popularitas. Meskipun merasa terganggu, Sherly mencoba untuk tetap tabah dan kuat dalam menghadapi teror ini, tidak ingin terlihat terpukul di depan publik.
Dalam sebuah pernyataan di akun Instagramnya, Sherly Annavita juga mengungkapkan bahwa tujuan utama dari mengunggah bukti-bukti teror ini adalah agar para korban teror tidak merasa harus sembunyi sendirian dan agar publik tidak menormalisasi tindakan teror. Sherly menekankan bahwa teror terhadap rakyat, terutama terhadap perempuan yatim, tidak boleh dianggap remeh. Respons dari publik pun sangat positif, dengan hampir 250 ribu suka dan lebih dari 13 ribu komentar yang memberikan semangat dan dukungan kepada Sherly Annavita dalam menghadapi teror yang dialaminya.












