Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, mengeluarkan permintaan kepada para penerima bantuan agar tidak menjual becak listrik yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menurut Damar, bantuan tersebut diberikan untuk membantu tukang becak dengan mengurangi beban kerja mereka. Dalam acara penerimaan bantuan 100 unit becak listrik di Magelang, Damar menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kesempatan ini.
Dia menegaskan bahwa bantuan ini tidak boleh dijual belikan, dan akan ada surat perjanjian resmi yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan. Penyaluran bantuan akan diatur secara zonasi untuk menghindari tumpang tindih dan setiap kawasan akan memiliki penanggung jawabnya sendiri. Damar yakin bahwa bantuan becak listrik ini dapat memberdayakan ekonomi di Magelang.
Sementara itu, Nanik S. Deyang, Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), mengatakan bahwa becak listrik ini diperuntukkan bagi tukang becak yang kebanyakan sudah lanjut usia. Bantuan ini bertujuan untuk memberikan alternatif yang lebih layak bagi para tukang becak yang sudah puluhan tahun menjalani profesi ini. Program ini saat ini baru tersedia di Pulau Jawa, dengan pesanan sebanyak 70.000 unit becak listrik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Nanik menambahkan bahwa saat ini terdapat sekitar 50.000 tukang becak di Jawa, sehingga sisa becak listrik yang belum dipesan dapat dialokasikan untuk tukang becak di luar Jawa. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para tukang becak dapat meningkatkan taraf hidup mereka.












