Pemkot Surabaya Menunda Pembangunan Tanggul Laut Demi Mengatasi Banjir Rob

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur, memutuskan untuk menunda rencana pembangunan tanggul laut yang bertujuan untuk mencegah banjir rob. Keputusan ini diambil karena proyek tersebut saat ini dianggap tidak memungkinkan. Sebagai alternatif, Pemkot Surabaya lebih memprioritaskan optimalisasi rumah pompa, pintu air, dan bozem sebagai langkah pengendalian banjir.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menjelaskan bahwa meskipun tanggul laut menjadi solusi untuk mencegah banjir rob, saat ini fokus ada pada optimalisasi pintu air, rumah pompa, dan bozem. Infrastruktur pengendali banjir di wilayah timur Surabaya sudah lengkap, mulai dari pintu air hingga pompa air, sehingga diharapkan banjir rob dapat diminimalisir.

Di sisi lain, wilayah barat Surabaya seperti Kali Krembangan, Kalianak, dan Kali Sememi belum dilengkapi dengan fasilitas pintu air maupun pompa air, sehingga banjir rob masih sering terjadi di sana. Pemerintah memprioritaskan pembangunan rumah pompa di tiga atau empat sungai yang mengarah ke laut di wilayah barat tersebut. Selain itu, Syamsul juga menjelaskan fungsi bozem yang efektif sebagai tempat penampungan air dari darat saat air laut pasang.

Meskipun tanggul laut merupakan solusi yang ideal, pembangunannya saat ini tidak bisa direalisasikan karena bersifat kompleks dan tidak seluruh wilayah pesisir memerlukannya. Pemerintah Kota Surabaya berharap bahwa dengan optimalisasi infrastruktur yang telah ada, masalah banjir rob di berbagai wilayah dapat dikendalikan dengan baik.

Source link