Warga Kabupaten Gayo Lues, Aceh sedang menantikan bantuan kebutuhan pokok di tengah bencana banjir. Prayogi Sugiarto, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa mereka bergantung pada stok bahan pokok di rumah dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Dengan keterbatasan stok yang dimiliki, diperkirakan hanya cukup untuk 2-3 hari ke depan.
Kondisi di Kabupaten Gayo Lues masih terisolir dengan akses jalan yang putus. Beberapa wilayah, seperti kecamatan Pinding, Putri Betung, dan Tripe Jaya, sangat terisolir. Selain akses jalan putus, listrik juga mati karena kekurangan pasokan BBM untuk genset. Jaringan internet juga terputus, sehingga mereka hanya mengandalkan jaringan internet satelit dari Starlink yang diperoleh dari Pemkab. Prayogi juga menyampaikan bahwa belum ada bantuan yang masuk ke wilayahnya kecuali dari Pemkab.
Distribusi bantuan logistik ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara telah dilakukan oleh Pemerintah dengan mengerahkan helikopter dan pesawat. Di Kabupaten Bener Meriah, pesawat diterbangkan dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, menuju Bandara Rembele. Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan seperti bahan pokok, Genset, Starlink, dan BBM untuk mendukung sarana komunikasi dan penerangan di lokasi terdampak. TNI dan Basarnas juga turut serta dalam mendistribusikan bantuan via jalur udara.












