Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengumumkan bahwa wilayahnya saat ini mengalami isolasi karena bencana banjir bandang dan tanah longsor di beberapa daerah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Masinton mengatakan bahwa akses jalan darat ke Tapanuli Tengah dari Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan hanya dapat dilakukan dengan berjalan kaki. Selain itu, beberapa jembatan dari Tapanuli Selatan ke Tapanuli Tengah juga terputus, menyebabkan wilayah tersebut terisolasi dari jalur darat, listrik, dan internet.
Dalam kondisi tersebut, Masinton menyatakan bahwa Tapanuli Tengah saat ini tidak memiliki akses jalan darat, listrik, dan internet atau telepon. Dia juga mencatat bahwa warga yang mengungsi membutuhkan bantuan makanan dan pakaian. Akses ke Tapanuli Tengah saat ini hanya dapat dilakukan melalui udara via Bandara Pinangsori atau melalui jalur laut via Pelabuhan Sibolga.
Di sisi lain, terdapat 12 kabupaten lain di Sumatera Utara yang juga terdampak bencana banjir dan longsor akibat cuaca buruk. Data dari Polda Sumut mencatat bahwa sebanyak 212 orang menjadi korban, dengan 43 orang meninggal, 81 luka-luka, dan 88 lainnya masih dalam pencarian. Bencana alam tersebut meliputi berbagai kejadian seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan angin puting beliung, yang tersebar di beberapa kabupaten di Sumatera Utara.










