Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dengan tegas membantah kabar bahwa warga Baduy yang menjadi korban begal sempat ditolak di rumah sakit Jakarta karena tidak memiliki KTP. Pramono langsung memanggil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, untuk mengecek kebenaran kabar tersebut. Dalam keterangan di Balai Kota Jakarta, Pramono menyatakan bahwa tidak ada penolakan dari rumah sakit terhadap warga Baduy, dan bahwa ada hambatan dalam komunikasi terkait kejadian tersebut.
Menurut Pramono, Kepala Dinas Kesehatan sendiri turun ke lapangan untuk memastikan bahwa tidak ada penolakan dari rumah sakit. Seorang warga Baduy bernama Repan menjadi korban begal di daerah Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang diketahui kehilangan 10 botol madu dagangannya dan uang Rp3 juta. Kasus ini telah dilaporkan kepada pihak berwajib, dan saat ini Unit Reskrim Polsek Cempaka Putih sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
Berita juga beredar bahwa Repan sempat ditolak mendapatkan perawatan di rumah sakit, namun Pramono juga membantah hal ini. Semua informasi telah diklarifikasi oleh pihak terkait dan tanggung jawab ditangani oleh Pemda setempat. Sehingga, Pramono menegaskan bahwa tidak ada penolakan dari rumah sakit di Jakarta terhadap warga Baduy yang menjadi korban begal.












