Pada 29 Agustus 2025, belasan anak di bawah umur diduga menjadi korban salah tangkap dan dipaksa untuk mengaku terlibat dalam demonstrasi di Polres Magelang Kota, Jawa Tengah. Mereka mengalami kekerasan fisik selama proses interogasi oleh petugas, yang menyebabkan para orang tua meminta bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta. Kasus ND, salah satu korban, menunjukkan bagaimana dia pamit pergi bermain ke Kota Magelang dan terlibat dalam situasi yang sulit setelah kendaraannya diangkut polisi. Cerita serupa juga dialami oleh anak-anak lain yang dipaksa mengakui perbuatan yang tidak mereka lakukan dan mengalami perlakuan tidak manusiawi. Hal ini menunjukkan perlakuan yang tidak sesuai dengan aturan hukum dan hak asasi manusia. Sejumlah kasus tersebut masih dalam proses mediasi antara orang tua korban dengan pihak kepolisian, dengan harapan keadilan bisa tercapai dan agar kekerasan serupa tidak terulang di masa depan.
Anak Korban Salah Tangkap di Demo Magelang: Fakta Terbaru
Read Also
Recommendation for You

PDIP Tanggapi Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Prabowo-Gibran Jakarta, CNN Indonesia — Pejabat PDIP memberikan tanggapan…

Pejabat Inspektorat Kota Banda Aceh Ditangkap Terkait Kasus Homoseksual Seorang pejabat Inspektorat Kota Banda Aceh,…

Jakarta, CNN Indonesia — Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terus berlanjut di DPR RI,…

Sekjen Parpol Pemerintah Berkumpul Jelang Sidang Tahunan MPR Jakarta, CNN Indonesia — Sejumlah sekretaris jenderal…








