Tragedi Mahasiswa Gorontalo Meninggal di Diksar Mapala

Seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (UNG), MJ, meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pendidikan dasar (diksar) mahasiswa pencinta alam (Mapala) kampus tersebut. Kakak korban Hidayat di Muna Sulawesi Tenggara mengatakan bahwa sebelumnya ia menerima telepon dari korban yakni Mohammad Jansen pada Minggu malam, yang memberitahukan bahwa kondisinya sedang sakit. Almarhum meminta untuk dibawa ke rumah sakit namun tidak diizinkan. Mengetahui kondisi tersebut, rekan-rekan sesama paguyuban berinisiatif segera menjemput dan membawa adiknya ke rumah sakit.

Setibanya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe Kota Gorontalo, adiknya langsung mendapatkan penanganan medis. Namun tak berselang lama sekitar pukul 08.00 WITA, MJ dinyatakan meninggal dunia. Kapolres Bone Bolango Ajun Kombes Pol Supriantoro bersama Kasat Reskrim langsung menuju ke rumah sakit setelah menerima informasi tentang mahasiswa UNG yang wafat usai mengikuti Diksar Mapala di Desa Tapadaa, Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango.

Supriantoro mengatakan bahwa saat tiba di rumah sakit, korban sudah terbaring di kamar jenazah. Setelah melakukan koordinasi dengan pihak masyarakat dan keluarga terdekat dari mahasiswa tersebut terkait penanganan selanjutnya, akhirnya pihak keluarga menyepakati tidak akan mempersoalkan kematian dari mahasiswa tersebut. Jenazah mahasiswa tersebut akan diantar ke kampung halamannya di Kelurahan Wapunto, Kecamatan Duruka. Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara setelah dilakukan visum luar dari pihak rumah sakit.

Kaitan dengan pelaksanaan kegiatan diksar mapala, Kapolres mengungkapkan bahwa jajarannya mulai dari Polres hingga Polsek setempat tidak pernah menerima pemberitahuan atau permintaan surat izin pelaksanaan kegiatan. Pihak kampus UNG berencana menggelar konferensi pers untuk menjelaskan prosedur dan aturan pelaksanaan diksar bagi mahasiswa terkait peristiwa tersebut.

Source link