Penyakit psikosomatik dapat menyebabkan kondisi seperti lemas, mual, sulit tidur, dan jantung berdebar tanpa ada penyebab medis yang jelas. Dokter spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Psikosomatik E. Mudjaddid menjelaskan bahwa kondisi ini disebabkan oleh gangguan fisik yang dipengaruhi oleh faktor psikologis dan emosional. Gejala psikosomatik seringkali membingungkan karena tidak ada kelainan organik yang dapat diidentifikasi meskipun gejala terus berlangsung, kemungkinan bisa berpindah-pindah. Stres berkepanjangan, konflik pribadi, atau beban sosial seringkali menjadi pemicunya.
Kriteria klinis untuk penyakit psikosomatik antara lain tidak ditemukannya kelainan organik setelah pemeriksaan menyeluruh, kemungkinan berkembang menjadi gangguan organik jika tidak ditangani, dan gejala yang berkaitan dengan emosi negatif tertentu. Gejala psikosomatik dapat berpindah-pindah dari satu organ ke organ lainnya, dan seringkali dipicu oleh stres berkepanjangan serta pencetus emosional seperti rasa cemas.
Bethsaida Hospital menawarkan pendekatan komprehensif dalam penanganan penyakit psikosomatik, meliputi empat dimensi utama yaitu Bio-Organik, Psiko-Edukasi, sosio-kultural, dan spiritual. Dengan pendekatan yang holistik ini, diharapkan pasien dengan gangguan psikosomatik dapat mendapatkan diagnosis yang tepat dan pemulihan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional dan spiritual. Ini membuktikan pentingnya hubungan suportif antara dokter dan pasien dalam proses pemulihan pasien dengan gangguan psikosomatik.












