Dokter Kharina Helhid dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta menegaskan pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang tepat untuk mencegah komplikasi serius terkait hepatitis. Hepatitis B dan C bisa menyerang tanpa gejala selama bertahun-tahun, namun jika terdeteksi lebih awal, pengobatan bisa sangat efektif. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa lebih dari 28 juta penduduk Indonesia terinfeksi hepatitis B dan C, tetapi hanya sebagian kecil yang terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan. Untuk mengatasi hal ini, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini dan vaksin hepatitis.
Penyebab hepatitis dapat bervariasi, mulai dari infeksi virus hepatitis A, B, C, D, dan E, hingga hepatitis akibat alkohol, obat-obatan tertentu, dan penyakit autoimun. Peringatan Hari Hepatitis Sedunia setiap tanggal 28 Juli menjadi momen penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Sebagai bagian dari upaya ini, Holywings Peduli bekerja sama dengan Superhouse dan Tembak Langit Pasir Kaliki Bandung menyelenggarakan Seminar Kesehatan mengenai Hepatitis dengan tema “Hepatitis B: Gejala, Penularan, dan Cara Pencegahan.” Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya hepatitis dan pentingnya deteksi dini.
Seminar ini juga merupakan bagian dari kampanye global untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit hepatitis, yang sering dikenal sebagai “silent killer” karena gejalanya tidak selalu terlihat secara jelas. Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto, menyatakan pentingnya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang isu kesehatan. Melalui edukasi, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan mengambil langkah-langkah preventif yang diperlukan. Dengan demikian, deteksi dini dan pencegahan komplikasi terkait hepatitis dapat lebih ditingkatkan.












