Demam berdarah dengue (DBD) telah menjadi masalah kesehatan yang semakin meningkat terutama pada musim hujan. Dokter Kharina Helhid dari Rumah Sakit Siloam Purwakarta menekankan pentingnya deteksi dini, mengingat gejala awal DBD seringkali disalahartikan sebagai flu biasa. Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap komplikasi DBD. Data dari Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kasus DBD hingga ratusan jiwa meninggal pada tahun 2025, terutama di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Gejala awal DBD meliputi demam tinggi mendadak, nyeri otot dan sendi parah, ruam kulit, mual, dan muntah. Pasien perlu waspada terhadap sakit kepala, sakit di belakang mata, serta penurunan tekanan darah dan trombosit. Kharina Helhid menggarisbawahi pentingnya metode pencegahan DBD, seperti menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, dan mendaur ulang barang bekas. Seminar kesehatan tentang DBD juga diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini. Dengan edukasi yang tepat, diharapkan kesadaran kolektif terhadap DBD dapat meningkat, sehingga dapat mencegah penyebaran penyakit ini di masyarakat.












