Indonesia dan Arab Saudi kembali menegaskan posisi mereka terhadap krisis kemanusiaan di Gaza. Di tengah operasi militer Israel yang masih berlangsung, kedua negara menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendorong penguatan bantuan darurat bagi warga sipil yang terdampak. Isu itu menjadi salah satu poin penting dalam pertemuan resmi Presiden Prabowo Subianto dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud (MBS) saat kunjungan kenegaraan Prabowo ke Kerajaan Arab Saudi.
Prabowo dan MBS Sepakat Perkuat Bantuan untuk Gaza
Dalam pernyataan bersama yang dirilis Saudi Press Agency (SPA), Indonesia dan Arab Saudi menyampaikan komitmen untuk terus menyalurkan bantuan kemanusiaan serta mendukung upaya pemulihan di Gaza. Keduanya menilai situasi di wilayah tersebut membutuhkan respons yang berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat. Karena itu, kerja sama di bidang penanganan krisis kemanusiaan disebut akan terus diperkuat agar kebutuhan mendesak masyarakat Gaza bisa ditangani lebih cepat.
Kesepakatan ini memperlihatkan bahwa perhatian kedua negara tidak berhenti pada isu bantuan, tetapi juga mencakup dukungan terhadap pemulihan jangka panjang. Dalam konteks yang lebih luas, Indonesia dan Arab Saudi juga menekankan pentingnya stabilitas internasional dan keamanan kawasan, termasuk dengan mendorong terciptanya perdamaian regional yang lebih kuat.
Pertemuan di Al-Salam Palace Berlangsung Akrab
Pertemuan Prabowo dan MBS berlangsung dalam suasana hangat di Al-Salam Palace. SPA menggambarkan pertemuan itu sebagai momen yang menunjukkan eratnya hubungan strategis antara Jakarta dan Riyadh. Dalam dokumentasi yang dipublikasikan, Prabowo dan MBS terlihat berbincang dengan latar bendera Indonesia dan Arab Saudi, menegaskan kedekatan diplomatik kedua negara.
Langkah ini sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang selama ini aktif menyuarakan dukungan bagi perjuangan Palestina. Di sisi lain, Arab Saudi menunjukkan peran yang sejalan dalam mendorong respons kemanusiaan atas krisis Gaza, menjadikan isu tersebut sebagai bagian dari kerja sama bilateral yang lebih luas.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


