Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akhirnya angkat suara soal namanya yang ikut disebut-sebut dalam bursa calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Saat ditemui wartawan di Makassar, Amran memilih meredam spekulasi yang berkembang dan menegaskan bahwa perhatian utamanya saat ini masih tertuju pada urusan pangan.
Amran Tak Mau Terseret Isu Politik
Isu mengenai kemungkinan Amran maju sebagai calon ketua umum PPP belakangan ramai dibicarakan setelah namanya dikaitkan dengan sejumlah tokoh partai. Salah satu yang ikut menyeret nama Amran adalah kedekatannya dengan pengusaha Haji Isam. Namun, pembicaraan itu segera dibantah oleh pihak terkait.
Haji Isam sebelumnya menegaskan bahwa dirinya tidak sedang menyiapkan Amran untuk maju sebagai calon ketua umum PPP. Bantahan itu sekaligus meredam anggapan bahwa ada skenario politik tertentu di balik munculnya nama Menteri Pertanian tersebut.
PPP Tegaskan Pencarian Caketum Bukan dari Luar
Di tubuh PPP sendiri, isu pencarian tokoh eksternal untuk memimpin partai juga mendapat respons. Wakil Sekretaris Jenderal PPP, Rapih Herdiansyah, membantah bahwa partainya tengah mencari sosok dari luar untuk diproyeksikan sebagai calon ketua umum pada konvensi mendatang.
Rapih menegaskan bahwa pihak yang disebut sedang aktif mencari figur eksternal adalah Ketua Majelis Pertimbangan PPP, M. Romahurmuziy atau Rommy. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa penentuan calon ketua umum tetap berada di tangan pengurus DPC-DPW PPP yang tersebar di seluruh Indonesia.
Suara Penentu Ada di Struktur Partai
Menurut Rapih, mekanisme konvensi tidak bisa dilepaskan dari suara para pengurus daerah. Karena itu, nama-nama yang diusulkan belum tentu memiliki pengaruh langsung dalam proses penentuan akhir. Dalam pandangannya, yang memegang hak suara adalah struktur partai di daerah, bukan sekadar pihak yang mengajukan nama.
Dengan dinamika seperti ini, isu Amran di PPP tampak belum bergerak lebih jauh dari sekadar spekulasi politik. Sementara itu, Amran sendiri masih menunjukkan sikap berhati-hati dan tetap menempatkan agenda pangan sebagai prioritas utama.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










