Sumatera Utara Masih Dihadapkan pada Lonjakan Kasus Tuberkulosis
Ancaman tuberkulosis di Sumatera Utara belum menunjukkan tanda mereda. Dalam lima bulan pertama 2025, jumlah orang yang terpapar TB tercatat mencapai 18.411 kasus. Angka ini menggambarkan bahwa penularan masih berlangsung aktif di tengah masyarakat, terutama di wilayah padat penduduk dan lingkungan dengan kontak rumah tangga yang erat.
Medan Jadi Salah Satu Titik dengan Temuan Tinggi
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Novita Saragih, menyampaikan data tersebut dalam pemantauan terbaru. Ia juga mengungkapkan bahwa estimasi total kasus yang ditemukan di Sumut diperkirakan mencapai 74.297 kasus menurut Kementerian Kesehatan RI.
Temuan kasus TB tersebar melalui berbagai fasilitas kesehatan, baik lewat penyuluhan maupun skrining aktif. Kota Medan menjadi salah satu daerah yang mencatat penularan cukup tinggi, terutama pada kelompok usia produktif yang sehari-hari memiliki mobilitas tinggi dan banyak berinteraksi dengan orang lain.
Kontak Rumah Tangga Masih Jadi Jalur Penularan Utama
Faktor yang paling sering memicu penyebaran tuberkulosis adalah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, terutama di lingkungan rumah. Situasi ini membuat TB sulit dikendalikan jika tidak disertai kewaspadaan sejak awal. Masalahnya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri masih tergolong rendah, sehingga banyak kasus baru baru terdeteksi ketika kondisi sudah lebih berat.
Keterlambatan diagnosis ikut memperbesar risiko penularan di sekitar pasien. Karena itu, Dinas Kesehatan Sumatera Utara terus mendorong masyarakat untuk lebih disiplin menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk memakai masker saat dibutuhkan sebagai langkah pencegahan yang paling sederhana namun penting.
PHBS Didorong sebagai Benteng Awal Pencegahan
Hingga kini belum ada informasi resmi dari Kementerian Kesehatan terkait uji coba vaksin TBC Bill Gates di Sumut. Namun, di tengah tingginya angka temuan kasus, penerapan PHBS tetap menjadi pendekatan yang ditekankan pemerintah daerah untuk menekan laju penyebaran penyakit ini.
Dengan penemuan kasus yang terus berjalan dan edukasi yang belum sepenuhnya menjangkau semua lapisan masyarakat, tantangan pengendalian TB di Sumut masih besar. Fokus utama kini bukan hanya menemukan pasien, tetapi juga memastikan mereka segera memeriksakan diri, menjalani pengobatan, dan memutus rantai penularan sebelum kasus terus bertambah.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












