Banyuwangi Bersiap Menyambut Sekolah Rakyat Gratis, Gus Ipul Dorong Pendataan Calon Siswa
Kabar penting datang untuk keluarga miskin ekstrem di Banyuwangi. Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memastikan program Sekolah Rakyat akan segera hadir di Bumi Blambangan. Kehadiran program ini menjadi sinyal baru bagi upaya pemerataan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga yang selama ini berada di kelompok paling rentan.
Dalam dialog dan koordinasi pembentukan Sekolah Rakyat di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Jumat, Gus Ipul meminta Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama pilar sosial untuk bergerak cepat menyiapkan calon siswa. Fokus utama program ini adalah anak-anak dari keluarga desil 1, yakni kelompok termiskin dalam data nasional, yang selama ini paling membutuhkan intervensi pendidikan dan penguatan karakter.
Model Sekolah Berasrama dengan Dua Fokus Utama
Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama yang tidak hanya mengajarkan pelajaran formal, tetapi juga membentuk karakter para siswanya. Konsep ini diharapkan mampu memberi ruang belajar yang lebih terarah sekaligus lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dari keluarga miskin ekstrem.
Dengan model berasrama, program ini diposisikan bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan juga sebagai wadah pembinaan yang lebih menyeluruh. Karena itu, kesiapan siswa, pendamping, hingga dukungan lintas lembaga menjadi bagian penting sebelum sekolah benar-benar dijalankan.
Banyuwangi Ajukan Lahan Lebih dari Syarat Minimal
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi merespons cepat rencana tersebut. Pemkab disebut telah mengusulkan lahan lebih dari 7 hektare, melampaui syarat minimal 6 hektare yang dibutuhkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Saat ini, tim lintas kementerian tengah melakukan verifikasi terhadap kelayakan lokasi dan kesiapan pelaksanaannya.
Bupati Banyuwangi juga menyatakan daerahnya siap mendukung program ini dan telah menyiapkan lokasi sementara. Langkah itu menunjukkan bahwa Banyuwangi ingin masuk dalam daftar daerah yang lebih dulu menjalankan program nasional tersebut.
Target Nasional 200 Sekolah Rakyat
Program Sekolah Rakyat sendiri ditargetkan dibangun sebanyak 200 sekolah secara nasional. Harapannya, Banyuwangi bisa masuk dalam gelombang pertama pelaksanaan. Untuk mencapai itu, Gus Ipul menekankan perlunya keterlibatan aktif semua unsur di lapangan, mulai dari PSM, TKSK, pendamping PKH, hingga para relawan sosial.
Peran mereka dinilai penting dalam memastikan calon siswa yang benar-benar berhak bisa terdata dan terjaring dengan baik. Dengan begitu, program ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi benar-benar menyentuh keluarga yang paling membutuhkan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










