Gerai Es Krim di Surabaya Disegel, Terungkap Mengandung Alkohol

Gerai Es Krim di Surabaya Disegel usai Viral Diduga Jual Produk Beralkohol

Satpol PP Kota Surabaya, Jawa Timur, mengambil langkah tegas dengan menyegel sebuah gerai es krim di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya Barat. Penyegelan itu dilakukan setelah beredar video di media sosial yang memicu perhatian publik karena menampilkan dugaan adanya es krim dengan kandungan alkohol.

Berawal dari Video Influencer

Kasus ini mencuat setelah sebuah rekaman yang memperlihatkan seorang influencer me-review gerai tersebut viral di media sosial. Dalam video itu, gerai es krim disebut menawarkan berbagai varian rasa, termasuk beberapa yang diklaim mengandung alkohol. Bahkan, ada penyebutan kadar alkohol yang disebut bisa mencapai 40 persen pada varian tertentu.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Kota Surabaya, Yudhistira, mengatakan penyegelan dilakukan sebagai respons atas informasi yang beredar luas di publik. Menurut dia, laporan dan sorotan yang muncul dari video tersebut langsung ditindaklanjuti agar persoalan ini bisa diperiksa secara jelas di lapangan.

Barang Bukti Disita, Pemilik Dipanggil

Satpol PP Kota Surabaya tidak bergerak sendiri. Lembaga itu bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya untuk melakukan pengawasan serta pengecekan langsung ke lokasi gerai di pusat perbelanjaan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan penjualan produk beralkohol, yakni dua kotak penyimpanan dan enam wadah es krim. Pemilik gerai juga telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait dugaan penjualan es krim dengan kandungan alkohol itu.

Diduga Langgar Aturan Daerah

Selain penyitaan barang bukti, petugas juga memasang stiker segel dan Pol PP Line pada gerai tersebut. Langkah ini diambil karena gerai itu diduga melanggar Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 1 Tahun 2023 tentang Perdagangan dan Perindustrian. Penyegelan dilakukan sebagai tindak lanjut dari instruksi pimpinan setelah kasus ini menjadi perhatian luas.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.