Bupati Malang Dorong Sinergi CSR untuk Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Malang Sanusi menegaskan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) tidak boleh berjalan sendiri-sendiri, melainkan perlu diarahkan agar benar-benar menjawab kebutuhan pembangunan daerah. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri Forum Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Pelaksana CSR di Hotel Atria Malang, yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, dan unsur masyarakat dalam satu ruang koordinasi.
CSR Bukan Sekadar Program Tambahan
Dalam forum tersebut, Sanusi menyoroti pentingnya menyamakan langkah antara pemerintah daerah dan para pelaku usaha. Menurutnya, pembangunan Kabupaten Malang akan lebih kuat bila ditopang kerja sama yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media. Kolaborasi lintas sektor itu dinilai menjadi kunci agar CSR tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberi dampak nyata di lapangan.
Acara ini juga dihadiri jajaran kepala perangkat daerah Kabupaten Malang, perwakilan perbankan dan BUMN, serta sejumlah perusahaan swasta. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa CSR dipandang sebagai ruang bersama untuk menyelaraskan kebutuhan wilayah dengan kapasitas masing-masing perusahaan.
Disesuaikan dengan Kemampuan Perusahaan
Sanusi menekankan bahwa pelaksanaan CSR di Kabupaten Malang akan disesuaikan dengan kemampuan setiap perusahaan. Dengan pola seperti itu, kontribusi dunia usaha diharapkan tetap proporsional namun tetap terarah, sehingga program yang dijalankan lebih efektif dan tidak tumpang tindih dengan agenda pembangunan pemerintah daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada perusahaan serta para pemangku kepentingan yang selama ini ikut berkontribusi dalam berbagai program CSR. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perubahan positif di masyarakat, terutama jika diarahkan pada kebutuhan yang paling mendesak.
Komitmen Pemkab Malang Perkuat Forum
Pemerintah Kabupaten Malang menyatakan komitmennya untuk terus mendukung forum koordinasi ini agar berjalan lebih efektif. Dengan tata kelola yang lebih rapi, CSR diharapkan bisa menjadi instrumen pembangunan yang inklusif, berdaya guna, dan selaras dengan prioritas daerah. Forum ini pun diposisikan sebagai jembatan agar kontribusi sektor swasta tidak berhenti pada bantuan sesaat, melainkan ikut memperkuat arah pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Malang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












