Berita  

Polda Jatim Memetakan Titik Kerawanan Selama Piala Dunia U-17

Kepolisian Daerah Jawa Timur mulai mengunci skema pengamanan untuk Piala Dunia U-17 yang akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya. Melalui Tactical Floor Game (TFG) yang digelar di Mapolda Jatim, Rabu, polisi memetakan sejumlah titik rawan yang dinilai perlu diantisipasi sejak awal, terutama saat arus penonton mulai meningkat.

Kerawanan yang Dipetakan Sejak Awal

Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Imam Sugianto mengatakan, simulasi itu dilakukan agar petugas di lapangan memahami potensi gangguan yang bisa muncul pada hari pertandingan. Menurut dia, pembahasan tidak hanya berfokus pada alur pengamanan, tetapi juga pada titik-titik yang berisiko menimbulkan kemacetan, penumpukan massa di pintu masuk, hingga persoalan lain yang bisa mengganggu kelancaran acara.

“Kami mainkan di Tactical Floor Game terkait dengan pengamanan besok,” kata Imam usai memimpin kegiatan tersebut di Surabaya.

Petugas Lapangan Dibekali Skema Respons

Dalam TFG itu, kepolisian membentangkan peta besar untuk memperjelas pembagian wilayah pengamanan dan alur pergerakan di sekitar stadion. Imam menegaskan bahwa para komandan pleton yang sudah ditunjuk juga ikut hadir, sehingga setiap personel memahami peran masing-masing ketika situasi di lapangan berubah cepat.

Ia menyebut, semua permasalahan yang berpotensi muncul dibahas bersama agar solusi yang disiapkan bisa langsung dipahami petugas pengamanan. Dengan begitu, koordinasi tidak berhenti di ruang rapat, tetapi bisa diterapkan secara nyata saat pertandingan berlangsung.

Hotel Aman, Akses Jalan Tetap Dibuka

Selain stadion, polisi juga menaruh perhatian pada lokasi penginapan para peserta. Imam menilai pengamanan di area hotel tidak menjadi persoalan karena petugas telah disiagakan di masing-masing tempat menginap, termasuk untuk tim dari Panama, Maroko, Ekuador, Mali, dan Kanada.

Di sisi lain, Imam memastikan tidak ada penutupan jalan di sekitar Stadion GBT selama Piala Dunia U-17. Namun, pengamanan berlapis tetap diterapkan menuju area stadion untuk menjaga kelancaran dan ketertiban. Ia juga menegaskan bahwa aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

Imam berharap masyarakat Jawa Timur ikut mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-17 agar ajang internasional ini berlangsung aman, tertib, dan memberi citra positif bagi Indonesia.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.