Pengalaman syuting film GJLS: Berapi-Api membuat Rispo merasakan langsung beratnya perlengkapan yang digunakan petugas pemadam kebakaran. Aktor sekaligus komika itu mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar selama produksi adalah mengenakan fire jacket milik pemadam kebakaran yang bobotnya hampir mencapai 10 kilogram.
Rispo menyampaikan pengalaman tersebut dalam wawancara bersama tim Liputan6.com seusai konferensi pers film GJLS: Berapi-Api pada Kamis, 1 Oktober 2026. Menurut dia, bobot jaket menjadi tantangan tersendiri ketika harus digunakan sepanjang proses pengambilan gambar.
Mengenakan perlengkapan pemadam saat syuting
“Kalo buat saya, hal yang paling challenging itu saat kita harus syuting dengan fire jacket-nya punya damkar langsung, dan itu fire jacket-nya sendiri hampir sepuluh kilo beratnya,” ujar Rispo.
Perlengkapan tersebut tidak hanya membuat proses syuting terasa lebih berat secara fisik. Rispo mengatakan, adegan dalam film juga melibatkan api sungguhan. Artinya, tantangan yang dihadapi para pemain bukan semata-mata berakting di hadapan kamera dengan bantuan efek visual atau computer-generated imagery (CGI).
Ia menyebut proses syuting dengan kondisi tersebut cukup menguras tenaga. Beban perlengkapan yang berat harus dijalani bersamaan dengan kebutuhan untuk memainkan adegan yang melibatkan api nyata. Meski tidak merinci durasi maupun adegan tertentu, Rispo menekankan bahwa pengalaman itu memberinya gambaran mengenai beratnya perlengkapan yang digunakan dalam situasi pemadaman kebakaran.
Rispo menyampaikan penghormatan kepada damkar
Pengalaman tersebut juga membuat Rispo semakin menghargai pekerjaan para pemadam kebakaran. Ia membandingkan kondisi yang dialaminya selama syuting dengan tugas petugas pemadam yang benar-benar harus bekerja memadamkan api menggunakan seragam dan perlengkapan pelindung.
“Respect buat seluruh damkar di Indonesia! Kita aja (yang cuma syuting) capek, apalagi pemadam beneran,” kata Rispo.
Pernyataan itu disampaikan Rispo dalam konteks perannya di film GJLS: Berapi-Api, garapan Monty Tiwa dan Indra Yudhistira. Bagi Rispo, penggunaan jaket pemadam secara langsung serta keterlibatan api sungguhan selama produksi menjadi pengalaman yang tidak ringan, sekaligus menumbuhkan rasa hormat terhadap para petugas yang menjalankan pekerjaan tersebut dalam kondisi nyata.












