Venly Arauna mengaku nyaris menyerah ketika menjalani perannya sebagai Daniel dalam film Kuasa Gelap: Perjanjian Darah. Karakter tersebut menuntutnya menampilkan dua sisi yang bertolak belakang: sosok Daniel yang rapuh sekaligus gestur tak manusiawi akibat entitas yang bersemayam di tubuhnya.
Beban peran itu diungkapkan Venly dalam konferensi pers. Ia mengatakan, tekanan tersebut sudah terasa sejak hari ketiga. Pada titik itu, ia bahkan merasa tidak mampu melanjutkan proses memerankan Daniel.
Nyaris menyerah pada hari ketiga
Venly menggambarkan munculnya suara dalam dirinya yang terus mendorong untuk berhenti. Rasa tidak sanggup itu juga berdampak pada kondisi fisiknya hingga ia mengaku tidak bisa membuka mata.
“Aku memainkan karakter Daniel, yang di mana aku sempat bilang di hari ketiga, aku udah hampir menyerah. Ada suara kecil kayak, It’s okay, give up. Give up, give up. You can’t do it, bro. Give up. Aku bahkan enggak bisa buka mata,” kata Venly.
Pernyataan tersebut memperlihatkan tantangan yang ia rasakan ketika harus menjaga sisi emosional Daniel sekaligus menghadirkan perubahan gestur yang tidak manusiawi. Dalam film ini, ia tidak hanya dituntut memainkan karakter yang berada dalam kondisi rapuh, tetapi juga menampilkan keberadaan entitas yang memengaruhi tubuh Daniel.
Menemukan kembali semangat
Meski sempat berada di titik ingin berhenti, Venly mengatakan dirinya kembali memperoleh dorongan untuk melanjutkan peran tersebut pada hari yang sama. Ia meminta pertolongan kepada Tuhan ketika merasa tidak mampu menghadapi tuntutan karakter Daniel.
Setelah itu, ia merasa semangatnya bangkit kembali. Venly menggambarkan momen tersebut sebagai perubahan dari kondisi hampir menyerah menjadi kembali memiliki kekuatan untuk menjalani perannya.
“Di hari ketiga Venly hampir give up, di hari ketiga Venly bangkit,” ujarnya.
Pengalaman itu menjadi bagian dari proses Venly dalam menghadirkan Daniel di layar. Pengakuannya juga menunjukkan bahwa tantangan peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan penampilan fisik atau gestur, tetapi turut menguji kesiapan mentalnya selama memerankan karakter yang berada di bawah pengaruh entitas tersebut.












