Berita  

ASN Ekraf Meninggal saat Latsarmil, Kemhan Evaluasi Komcad

Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan mengevaluasi seluruh pelaksanaan program Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah peserta dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Vanreko Varkas Bagaskara (28), meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Kepala Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kemhan, Letjen Gabriel Lema, mengatakan evaluasi dilakukan terhadap setiap kegiatan dalam program tersebut. Pernyataan itu disampaikan saat merespons wafatnya Vanreko, yang meninggal setelah menjalani latihan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

“Setiap kegiatan program, tetap dievaluasi,” ujar Gabriel kepada wartawan, dikutip Rabu (30/9).

Evaluasi mencakup seluruh tahapan program

Gabriel belum memerinci aspek yang akan menjadi fokus evaluasi, termasuk pelaksanaan Latsarmil bagi peserta Komcad dari kalangan ASN. Ia hanya menegaskan bahwa peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mencakup mekanisme program, proses seleksi, hingga tahapan pelaksanaan yang telah ditetapkan.

“Semuanya. Semua mekanisme, semua lewat seleksi dan tahapan-tahapan yang ada,” kata Gabriel.

Vanreko meninggal pada Sabtu (26/9) setelah mengalami kondisi medis saat mengikuti Latsarmil Komcad di Lanud Halim Perdanakusuma. Menurut Kepala RSAU dr. Esnawan Antariksa, Kolonel Kes dr. Iman Fathurrohman, Vanreko kehilangan kesadaran sekitar pukul 09.30 WIB setelah mengeluhkan pandangan gelap dan pusing.

Saat itu, Vanreko baru menyelesaikan sesi pertama penutupan Latsarmil dan bersiap mengikuti sesi latihan kedua. Pemeriksaan awal menunjukkan hipotensi dan peningkatan suhu tubuh. Kondisi tersebut, menurut Iman, mengindikasikan serangan heatstroke sebagai respons fisik terhadap paparan cuaca dan kelelahan.

sempat menunjukkan perkembangan positif

Petugas di lokasi memberikan penanganan awal berupa pendinginan atau kompres dingin, cairan melalui infus, serta terapi oksigen. Vanreko kemudian dibawa ke IGD RSAU dr. Esnawan Antariksa Halim Perdanakusuma untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

Di rumah sakit, tim dokter spesialis memeriksa dan memantau kondisi hemodinamik serta fungsi organnya. Tim medis juga melakukan stabilisasi dengan bantuan pernapasan. Hingga Jumat malam pukul 19.00 WIB, hasil observasi disebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Vanreko sempat sadar kembali, memberikan respons refleks spontan, dan memiliki tanda-tanda vital yang stabil.

Namun, kondisinya kembali memburuk pada Sabtu dini hari. Sekitar pukul 04.30 WIB, ia mengalami kejang berulang disertai penurunan kesadaran. Iman menyebut keadaan tersebut sebagai komplikasi sistemik dari heatstroke yang memengaruhi fungsi organ vital.

Tim medis RSAU dr. Esnawan kemudian berkoordinasi dengan RSPAD Gatot Soebroto untuk merujuk Vanreko ke fasilitas dengan penanganan neuro-intensive care. Ia diberangkatkan menggunakan ambulans berstandar ICU dengan pendampingan tim medis dan personel POM AU.

Vanreko tiba di IGD RSPAD Gatot Soebroto sekitar pukul 11.30 WIB. Di rumah sakit tersebut, ia menjalani pemeriksaan CT scan kepala dan mendapat perawatan intensif di ruang ICU.

Iman mengatakan tim gabungan dari Pusdikkes, RSAU dr. Esnawan Antariksa, dan RSPAD Gatot Soebroto telah mengerahkan penanganan medis secara maksimal. Meski demikian, Vanreko akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Source link