Berita  

Korban Tewas KM Virgo Jadi 71, 64 Orang Masih Dicari

Tim SAR gabungan menemukan lima korban dari bangkai KM Virgo Transport 8 yang terbalik dan tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Senin (28/9). Penemuan itu dilakukan setelah penyelam dari Basarnas, TNI AL, dan potensi SAR memeriksa bagian dalam kapal, termasuk anjungan serta sejumlah kamar.

Proses pencarian berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi bangkai kapal yang berada di bawah permukaan laut. Tim harus menghadapi jarak pandang terbatas dan ruang-ruang sempit yang menyulitkan pergerakan. Karena itu, penyisiran dilakukan secara hati-hati untuk memaksimalkan pemeriksaan sekaligus menjaga keselamatan para penyelam.

Lima korban dievakuasi ke Banjarmasin

Setelah ditemukan, lima korban dievakuasi dari lokasi pencarian. Empat korban dibawa ke KRI Gusti Ngurah Rai, sedangkan satu korban dievakuasi ke KN SAR Purworejo.

Selanjutnya, empat korban diterbangkan ke Banjarmasin menggunakan Helikopter HS 1331 milik TNI AL. Satu korban lainnya diangkut dengan Helikopter HR 3601 Basarnas. Setibanya di Banjarmasin, seluruh korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, penemuan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Setiap korban yang berhasil ditemukan adalah hasil dari kerja keras, ketelitian, dan sinergi seluruh unsur SAR. Kami akan terus melakukan pencarian secara maksimal dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia,” kata Syafii dalam keterangannya.

64 orang masih dalam pencarian

Dengan tambahan lima korban yang ditemukan pada operasi Senin, total korban yang telah ditemukan mencapai 179 orang. Jumlah itu terdiri atas 108 orang selamat dan 71 orang meninggal dunia. Sementara itu, 64 orang lainnya masih dicari dari total 243 orang yang tercatat dalam manifest kapal.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9). Kapal tersebut kemudian menghadapi cuaca buruk dan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita.

Pada hari yang sama, kapal ditemukan dalam kondisi terbalik di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Pencarian berikutnya terus dilakukan, termasuk dengan mengerahkan penyelam untuk memeriksa bagian-bagian kapal yang diduga masih memungkinkan menjadi lokasi keberadaan korban.

Source link