Kebakaran melanda Hamzah Batik di Jalan Margo Mulyo, kawasan Malioboro, Gondomanan, Kota Yogyakarta, pada Senin (28/9) dini hari. Api yang mulai diketahui sekitar pukul 01.30 WIB itu baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.45 WIB setelah petugas gabungan mengerahkan belasan kendaraan pemadam.
Bangunan yang dikenal sebagai pusat penjualan batik, kerajinan, dan oleh-oleh tersebut terbakar selama kurang lebih tiga jam. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kobaran api. Penanganan juga diperkuat satu unit mobil Water Cannon Polresta Yogyakarta serta satu truk pemadam kebakaran milik TNI.
Api pertama kali terlihat di dapur lantai tiga
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani HS, mengatakan kebakaran diketahui ketika seorang saksi sedang memperbaiki kamar mandi di lantai tiga bersama rekannya. Saksi mendengar suara letupan yang diduga berasal dari benda terbakar.
Setelah memeriksa sumber suara, saksi mendapati api berada di ruang dapur lantai tiga. Ia kemudian menyampaikan kejadian tersebut kepada petugas keamanan bangunan.
Petugas keamanan sempat berupaya mengendalikan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api semakin membesar sehingga laporan diteruskan kepada petugas pemadam kebakaran dan Polsek Gondomanan.
Petugas gabungan kemudian melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan seluruh armada yang tersedia. Dani mengatakan, “Proses pemadaman melibatkan 12 Unit damkar, 1 unit mobil Water Cannon Polresta Yogyakarta, 1 Truck Damkar milik TNI.”
Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.45 WIB. Setelah tidak lagi terlihat kobaran, petugas melanjutkan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Kepolisian masih belum mengetahui total kerugian material akibat kebakaran di bangunan Hamzah Batik itu.
“Total kerugian material belum diketahui,” kata Dani.












