Sejumlah tokoh menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra pada Sabtu (26/9). Presiden RI ke-7 Joko Widodo, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020-2024 Sandiaga Uno, serta sejumlah politikus turut mengenang kontribusi Guruh di bidang seni, budaya, dan politik.
Guruh meninggal dunia pada usia 73 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta. Kabar duka tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis.
“Inna lilahi wa inna ilaihi raji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak MOHAMMAD GURUH IRIANTO SUKARNOPUTRA BIN SUKARNO pada usia 73 tahun,” kata Hasto.
Ucapan duka dari sejumlah tokoh
Jokowi menyampaikan penghormatan kepada Guruh melalui unggahan di Instagram. Ia menilai mendiang telah memberikan dedikasi dan sumbangsih bagi bangsa dan negara, baik melalui karya seni dan budaya maupun kiprahnya di bidang politik.
“Saya menyampaikan terima kasih dan rasa hormat yang mendalam atas dedikasi serta sumbangsih beliau bagi bangsa dan negara, baik di bidang seni budaya maupun politik. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah beliau dan memberi beliau tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” tulis Jokowi.
Sandiaga Uno menyebut Guruh sebagai tokoh nasional sekaligus maestro kebudayaan dan ekonomi kreatif. Menurut dia, kontribusi Guruh terlihat antara lain melalui perannya di Swara Mahardhika dan aktivitasnya di kepartaian. Sandiaga menyampaikan pernyataan itu saat berada di rumah duka pada Sabtu.
“Kita doakan beliau husnul khotimah dan diberikan tempat di sisi terbaik Allah SWT,” kata Sandiaga.
Ucapan duka juga disampaikan politikus PDI Perjuangan sekaligus aktivis Nahdlatul Ulama, Mohamad Guntur Romli. Melalui unggahan di X, ia meminta masyarakat membukakan pintu maaf bagi Guruh atas kesalahan dan kekhilafan almarhum.
Anggota Komisi XIII DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, turut menyampaikan belasungkawa melalui media sosial yang sama. “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya almarhum Guruh Soekarnoputra,” tulis Rieke.
Jejak Guruh di dunia seni
Guruh memiliki nama lengkap Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Ia merupakan anak bungsu Presiden RI ke-1 Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati, sekaligus adik Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.
Sejak muda, Guruh dikenal melalui kiprahnya dalam seni tari dan musik. Ia mendirikan kelompok kesenian Swara Mahardika serta GSP Production. Bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye, ia juga mendirikan Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan.
Sejumlah lagu yang lahir dari karya Guruh antara lain “Kala Sang Surya Tenggelam”, “Melati Suci”, “Zamrud Khatulistiwa”, “Lenggang Puspita”, “Mahadaya Cinta”, serta “Galih dan Ratna”. Di luar kesenian, Guruh pernah menempuh pendidikan Arkeologi di University of Amsterdam selama tiga tahun hingga 1974. Ia kemudian memperoleh gelar Sarjana Administrasi Publik dari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia pada 2005-2008 dan meraih gelar Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia pada 2010.












