Berita  

Jasad ABK Ditemukan di Bengkulu: Fakta dan Kronologi

Satu kru KM Arupadatu 1 yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada 7 September teridentifikasi setelah jenazah tanpa identitas ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Kapal tersebut sebelumnya hilang kontak dan pencarian selama 10 hari belum menemukan titik terang.

Jenazah Ditemukan Lima Hari Setelah Kapal Hilang Kontak

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan proses identifikasi bermula dari penemuan mayat di perairan Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Kecamatan Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada 12 September. Lokasi itu berada lima hari setelah KM Arupadatu 1 dilaporkan hilang kontak.

Berdasarkan penelusuran melalui Google Earth, jarak lurus antara titik terakhir kapal hilang kontak di sekitar Pulau Sebesi dan perairan Sawang Bengkok di Pulau Enggano mencapai sekitar 340 kilometer atau 188 mil laut.

Jenazah yang ditemukan saat itu mengenakan celana pendek berwarna hitam. Tingginya diperkirakan 163 sentimeter dengan usia sekitar 50 tahun. Karena belum diketahui identitasnya, jenazah tersebut dicatat sebagai Mister X dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani autopsi serta pemeriksaan identitas.

“Hari kelima pencarian, kita mendapat informasi dari Bengkulu, saya mendapat informasi dari Kapolda Bengkulu bahwa di sana di Pulau Enggano, Bengkulu Utara ya, ditemukan seorang jenazah, Mister X,” kata Hengki, Rabu (23/9).

Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polda Bengkulu. Biddokkes Polda Banten mengirimkan data antemortem dan postmortem dari keluarga delapan korban yang masih hilang kontak untuk dibandingkan dengan jenazah tersebut.

Identitas Dicocokkan dengan Data Keluarga Korban

Pencocokan dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) menggunakan pemeriksaan DNA. Dari hasil pemeriksaan, jenazah dengan kode PM/62/P.Enggano/01 itu dinyatakan sebagai Surakhman, salah satu anak buah kapal.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mister X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, bahwa secara genetik PM/62/P.Enggano/01 itu kode jenazah Mister X tadi teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat,” ujar Hengki.

Meski satu kru telah teridentifikasi, Kantor SAR Banten memastikan operasi pencarian tidak dibuka kembali. Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, pencarian awal berlangsung selama tujuh hari dan telah diperpanjang tiga hari. Dalam periode tersebut, tim menemukan jenazah di Enggano pada 12 September. Setelah evaluasi hingga 14 September, tidak ditemukan tanda-tanda korban lain.

“Secara aturan pencarian kami itu terlaksana selama 7 hari. Dalam 7 hari kita sudah perpanjang 3 hari. Di 7 hari itu kita menemukan jenazah pada tanggal 12. Nah, sampai tanggal 14 setelah evaluasi kita perpanjang 3 hari. Setelah 3 hari itu tidak ada tanda-tanda korban,” kata Amrad.

Sebagai tindak lanjut, SAR menyebarkan e-broadcast dan maklumat pelayaran kepada kapal-kapal yang melintas. Informasi itu juga disampaikan melalui Vessel Traffic Service (VTS), stasiun radio pantai, nelayan, masyarakat pesisir di sekitar Lampung, serta transportasi yang melintas di wilayah sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, belum ada laporan tanda-tanda korban lain.

Source link