Cerita Dhea Natasya Lolos WSL World Tour 2026

Dhea Natasya menjadi perempuan Indonesia pertama yang menembus World Surf League (WSL) World Longboard Tour 2026-2027. Peselancar asal Indonesia itu memastikan tiket ke kompetisi kasta tertinggi dunia setelah menjuarai Hamamatsu Open 2026 di Jepang.

Pencapaian tersebut diraih melalui rangkaian panjang kualifikasi regional Asia atau Qualifying Series (LQS). Sebelum berdiri di podium utama Hamamatsu Open, Dhea lebih dulu meraih juara pertama di Korea Selatan pada 2025 dan menempati posisi kedua di Filipina. Akumulasi poin dari sejumlah kompetisi itu membawanya ke World Tour.

Dari menyewakan papan selancar hingga panggung dunia

Dhea mulai mengenal selancar ketika berusia sembilan tahun. Saat itu, ia membantu ayahnya menyewakan papan selancar di salah satu pantai di Bali. Namun, pengalaman awalnya tidak langsung berjalan mulus. Ia sempat takut dan menangis karena belum mahir berenang.

Ketertarikannya kembali tumbuh setelah melihat sang adik menjuarai sebuah kompetisi. Momen itu memunculkan jiwa kompetitif dalam dirinya dan mendorong Dhea untuk kembali belajar berselancar. Sejak saat itu, aktivitas yang semula berawal dari lingkungan keluarga dan rekreasi berkembang menjadi perjalanan prestasi di tingkat internasional.

“Jiwa kompetitif pun muncul dan akhirnya saya mulai belajar surfing lagi dan cinta sama surfing,” ujar Dhea dalam jumpa pers YUMMY Dairy x Dhea Natasya, Rabu, 15 Juli 2026.

Perjalanan menuju kompetisi penentu di Jepang tidak sepenuhnya mudah. Dhea menghadapi biaya operasional yang tinggi sebelum akhirnya memperoleh dukungan dari YUMMY Dairy. Dukungan tersebut membantunya menjalani persiapan dan mengikuti Hamamatsu Open hingga berhasil mengamankan posisi juara.

Menyiapkan mental untuk debut di World Tour

Menjelang seri perdana WSL World Tour 2026 di Huntington Beach, California, Amerika Serikat, pada 20 Juli, Dhea memusatkan perhatian pada kesiapan fisik sekaligus mental. Debut di level tertinggi dunia membuat pengelolaan emosi dan kepercayaan diri menjadi bagian penting dari persiapannya.

“Yang dipersiapkan tentunya mental, karena ini pertama kali saya di World Tour dan itu level yang paling tinggi,” kata Dhea.

Bagi Dhea, latihan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis atau kekuatan tubuh. Setiap sesi di atas ombak menjadi bagian dari proses belajar yang terus dijaga. Konsistensi tersebut ia gunakan untuk membangun ketahanan fisik dan mental, sekaligus menjaga fokus menghadapi peselancar perempuan terbaik dari berbagai negara.

Dhea dijadwalkan bertolak menuju Los Angeles, Amerika Serikat, lima hari sebelum kompetisi dimulai. Keberangkatan lebih awal itu dilakukan untuk beradaptasi dengan lokasi pertandingan perdana di Huntington Beach, California.

Sepanjang musim ini, Dhea akan mengikuti empat seri kejuaraan global. Rangkaian tersebut berlangsung di Amerika Serikat, Australia, Filipina, dan El Salvador.

Source link