7 Energi Alternatif Pengganti Minyak Bumi, Apa Saja?

Ketergantungan dunia terhadap minyak bumi belum mudah dihapus. Bahan bakar kendaraan, pesawat, kapal, hingga kegiatan industri masih banyak menggunakan hasil pengolahan komoditas tersebut. Namun, minyak bumi merupakan sumber energi fosil yang terbatas dan penggunaannya menghasilkan emisi gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Karena itu, pengembangan energi alternatif menjadi bagian penting dalam transisi menuju sistem energi rendah emisi. Tidak ada satu sumber energi yang dapat langsung menggantikan seluruh fungsi minyak bumi. Sebagian lebih sesuai untuk pembangkitan listrik, sedangkan yang lain dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi atau bahan baku industri.

Tujuh sumber energi alternatif

1. Energi surya. Panel fotovoltaik mengubah cahaya matahari menjadi listrik. Teknologi ini berkembang pesat dan menjadi penyumbang terbesar penambahan kapasitas energi terbarukan global pada 2024. International Renewable Energy Agency (IRENA) mencatat sekitar 452,1 gigawatt (GW) dari total 582 GW kapasitas energi terbarukan baru pada tahun itu berasal dari tenaga surya.

Pembangkit surya tidak membakar bahan bakar saat menghasilkan listrik sehingga tidak menghasilkan emisi langsung. Keterbatasannya terletak pada ketergantungan terhadap sinar matahari. Baterai dan jaringan listrik yang memadai diperlukan agar pasokan tetap tersedia ketika matahari tidak bersinar.

2. Energi angin. Turbin angin memanfaatkan gerakan angin untuk menghasilkan listrik dan dapat dipasang di daratan maupun lepas pantai. Tambahan kapasitas tenaga angin pada 2024 mencapai sekitar 114,3 GW, menjadikannya sumber terbesar kedua dalam penambahan energi terbarukan dunia. Seperti tenaga surya, produksinya bergantung pada kondisi alam sehingga membutuhkan pengelolaan jaringan dan penyimpanan energi.

3. Energi air. Pembangkit listrik tenaga air menggunakan aliran atau jatuhan air untuk menggerakkan turbin. Teknologi ini telah matang dan kapasitasnya di dunia mencapai sekitar 1.277 GW pada akhir 2024, tidak termasuk pumped storage. Pembangkit tenaga air dapat memberi fleksibilitas bagi sistem kelistrikan, tetapi pembangunan bendungan dan proyek skala besar berpotensi berdampak pada lingkungan serta memerlukan kondisi geografis tertentu.

4. Energi panas bumi. Panas dari dalam bumi dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik maupun panas. Sumber ini mampu beroperasi relatif stabil dan tidak bergantung pada matahari atau angin. IRENA mencatat kapasitas panas bumi terpasang dunia mencapai sekitar 15,4 GW pada akhir 2024. Indonesia termasuk lima negara dengan kapasitas terpasang terbesar, meski pengembangannya membutuhkan eksplorasi dan investasi awal yang besar.

5. Bioenergi dan biofuel. Bahan organik seperti tanaman, limbah pertanian, limbah kayu, dan material organik lain dapat diolah menjadi listrik, panas, atau bahan bakar. Biodiesel, misalnya, dibuat dari minyak nabati dan dapat digunakan sebagai campuran bahan bakar diesel. Pengembangannya tetap harus memperhatikan risiko deforestasi, gangguan ketahanan pangan, dan dampak lingkungan.

6. Hidrogen. Hidrogen dapat digunakan dalam fuel cell untuk menghasilkan listrik, dengan air sebagai produk utama ketika hidrogen bereaksi dengan oksigen. Namun, hidrogen bukan sumber energi primer karena harus diproduksi terlebih dahulu. Dampak lingkungannya bergantung pada energi yang digunakan dalam proses produksi. Hidrogen yang dibuat dengan listrik dari energi terbarukan dikenal sebagai hidrogen hijau.

7. Energi nuklir. Meski bukan energi terbarukan, nuklir kerap dibahas sebagai alternatif bahan bakar fosil. Reaksi fisi menghasilkan listrik dalam jumlah besar secara stabil tanpa pembakaran minyak atau batu bara. Tantangannya mencakup keselamatan pembangkit, pengelolaan limbah radioaktif, dan kebutuhan investasi yang besar.

Pengganti minyak tidak hanya soal bahan bakar

Minyak bumi juga menjadi bahan baku industri petrokimia untuk memproduksi plastik, bahan kimia, dan berbagai produk lain. Karena itu, pengurangan ketergantungan terhadap minyak tidak cukup dilakukan dengan mengganti bensin melalui kendaraan listrik.

Tenaga surya, angin, air, dan panas bumi dapat berperan di sektor listrik. Untuk transportasi, kendaraan listrik, biofuel, dan hidrogen memiliki penggunaan yang berbeda sesuai kebutuhan serta perkembangan teknologi. IRENA mencatat 91 persen kapasitas pembangkit energi terbarukan skala utilitas yang mulai beroperasi pada 2024 menghasilkan listrik dengan biaya lebih rendah dibandingkan alternatif pembangkit fosil baru termurah.

Transisi energi pada akhirnya bergantung pada kombinasi berbagai sumber, bukan satu teknologi tunggal. Keragaman pilihan tersebut membuka peluang untuk mengurangi penggunaan minyak bumi sekaligus menekan emisi dari sistem energi.

Source link