Keputusan Krisjiana Baharudin untuk menjalani vasektomi sempat membuat Siti Badriah diliputi keraguan. Bukan karena menolak pilihan sang suami, Siti mengaku khawatir Krisjiana berubah pikiran dan menyesali keputusan tersebut di kemudian hari.
Kekhawatiran itu disampaikan Siti saat ditemui di Mandaya Royal Hospital Puri, Rabu (16/9/2026). Ia mengatakan sempat meminta Krisjiana mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Pada saat yang sama, Siti juga menawarkan diri untuk menggunakan kontrasepsi agar keputusan terkait rencana memiliki anak tidak sepenuhnya berada di tangan suaminya.
Siti Sempat Meminta Krisjiana Membatalkan Niat
Siti mengungkapkan, pembicaraan mengenai vasektomi membuatnya terus memikirkan kemungkinan yang dapat terjadi pada masa depan. Ia bahkan merasa tidak yakin apakah keputusan itu benar-benar sudah dipertimbangkan secara matang oleh Krisjiana.
“Kemarin kan pas sudah memutuskan, ‘Ya udah aku vasektomi gitu, aku mau vasektomi.’ Aku tuh kepikiran kayak, ‘Udah deh, kamu batalin aja deh. Kamu yakin enggak?’ Enggak apa-apa deh aku aja deh yang KB,” ujar Siti.
Menurut Siti, keinginan untuk meminta Krisjiana membatalkan rencana tersebut muncul karena ia merasa takut sang suami akan menyesal setelah keputusan itu dijalankan. Kekhawatiran tersebut tidak langsung ia sampaikan sebagai penolakan, melainkan sebagai bentuk pertimbangan terhadap kemungkinan perubahan keinginan Krisjiana pada masa mendatang.
“Aku tuh jadi kepikiran gitu enggak tahu kenapa gitu. Jadi aku mikirnya takutnya ya…” kata Siti.
Memikirkan Kemungkinan di Masa Depan
Siti kemudian menjelaskan alasan lain yang membuatnya cemas. Ia memikirkan kemungkinan dirinya lebih dahulu meninggal dunia, sementara Krisjiana pada suatu waktu ingin memiliki anak lagi. Dalam bayangannya, keputusan vasektomi dapat menjadi persoalan apabila keinginan tersebut muncul setelah dirinya tidak ada.
“Menyesal kemudian hari gitu, takutnya menyesal. Terus aku juga mikir ya takutnya aku duluan yang enggak ada, terus tiba-tiba dia pengin punya anak lagi enggak bisa gitu kan. Karena aku mikirnya gitu awalnya gitu,” tutur Siti.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa perhatian Siti bukan hanya tertuju pada keputusan yang sedang diambil Krisjiana, tetapi juga pada kemungkinan-kemungkinan yang belum tentu terjadi dalam kehidupan mereka kelak. Karena itu, sebelum Krisjiana menjalani vasektomi, Siti sempat mengajaknya memastikan kembali pilihan tersebut dan mempertimbangkan opsi lain untuk dirinya sendiri.












