Kebakaran Hutan Bromo Meluas, Jalur Malang-Lumajang Ditutup

Kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah mencapai tepi Jalan Raya Malang-Lumajang di sekitar Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Pergerakan api yang dipicu angin kencang membuat jalur darat dari Desa Ngadas menuju Desa Ranupane, Kabupaten Lumajang, ditutup sementara untuk publik.

Penutupan dilakukan karena kobaran api membesar di pinggir jalan dan nyaris menyeberang ke arah Jemplang. Selain melindungi masyarakat dari risiko kebakaran dan kepulan asap tebal, pembatasan akses juga diperlukan agar kendaraan pemadam dapat bergerak tanpa hambatan.

Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono meminta warga menjauhi area terdampak dan mengikuti instruksi petugas yang menangani kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kebakaran dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Kondisi angin masih cukup kencang, sehingga kewaspadaan bersama harus tetap dijaga,” kata Budiono, Minggu (13/9).

Api bergerak dari Probolinggo menuju Jemplang

Kebakaran bermula pada Kamis sore (10/9) di Savana Pengol, Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Titik api kemudian terpantau di Blok Watangan dan Blok Watu Gede.

Pada Sabtu (12/9) sore, tiupan angin kencang mempercepat pergerakan api ke arah barat. Kebakaran merambat menuju Bukit Teletubbies, Gunung Kursi, hingga kawasan hutan Pos Jemplang di Malang, tepatnya di sebelah selatan Bromo Hillside.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petugas karena lokasi kebakaran berada di medan perbukitan, sementara arah dan kekuatan angin tidak stabil. Api yang telah mendekati jalan juga meningkatkan risiko penyebaran ke area lain.

Armada lintas instansi dikerahkan

Penanganan dilakukan oleh tim gabungan dengan dukungan personel dan armada dari sejumlah pihak. Polres Malang mengerahkan truk tangki air untuk memasok kebutuhan pemadaman. Bantuan armada juga datang dari Pemerintah Kabupaten Malang, PT Pindad, dan PT Bentoel.

“Polres Malang menurunkan personel untuk membantu penanganan di lapangan. Kami bersama petugas gabungan berupaya melakukan pemadaman sekaligus mencegah api merembet semakin luas,” ujar Budiono.

Menurut dia, kerja lintas sektor dibutuhkan karena medan yang berat dan tiupan angin yang berubah-ubah. Pemadaman dilakukan menggunakan selang dari hidran portabel, penyemprot elektrik, serta penyiraman manual. Petugas juga memutus jalur rambatan api menggunakan dahan pohon.

Selain menyasar kobaran utama, tim melakukan pendinginan pada sisa bara dan memotong dahan untuk mencegah api kembali menyala atau menimbulkan titik kebakaran baru.

Kebakaran ini sebelumnya mendorong Balai Besar TNBTS menutup seluruh kawasan wisata Gunung Bromo. Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menyatakan penutupan berlaku sejak Sabtu, 12 September 2026, hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan tersebut tercantum dalam pengumuman resmi bernomor PG.23/T.8/TU/HMS.01.07/B/09/2026.

“Penutupan diberlakukan sejak Sabtu, 12 September 2026 sampai dengan batas waktu yang akan disampaikan lebih lanjut, dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kebakaran, proses penanganan dan pemadaman, serta keamanan kawasan,” kata Rudijanta.

Source link