PT Selatox Bio Pharma Resmi Jadi Pabrik Botulinum Toxin Pertama di Indonesia
PT Selatox Bio Pharma (Selatox) mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas manufaktur untuk memproduksi botulinum toxin. Peresmian pabrik biofarmasi Selatox di Cikarang, Jawa Barat, akhir Juli 2026 dihadiri oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar.
Langkah Strategis dalam Pengembangan Industri Kesehatan
Taruna Ikrar menyambut baik kehadiran fasilitas produksi botulinum toxin dalam negeri sebagai langkah strategis untuk memperluas akses masyarakat, menjamin kualitas, dan keamanan produk. Hingga saat ini, botulinum toxin di Indonesia masih bersifat impor.
Sebanyak 5 produk botulinum toxin tipe A, seperti Botox, Letybo, Xeomin, Nabota, dan Lanzox, telah memperoleh persetujuan dari BPOM, namun semuanya masih diimpor dari luar negeri. Dengan produksi lokal, diharapkan harga bisa lebih terjangkau dan keamanan produk lebih terjamin.
Sertifikasi CPOB dan Rencana Pengembangan
PT Selatox telah menerima Sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) pada bulan Juli 2026 setelah proses yang singkat hanya dalam 35 hari kerja. Fasilitas manufaktur Selatox memiliki kapasitas produksi mencapai 6,5 juta vial per tahun, dengan total sekitar 190 batch produksi per tahun.
Rencana pengembangan Selatoxin (Botulinum Toxin) melalui uji klinik fase 3 di Indonesia merupakan langkah penting untuk memenuhi regulasi yang berlaku. BPOM mendorong PT Selatox untuk dapat melakukan uji klinik terkait berbagai indikasi klinis yang berguna.
Komitmen Selatox dalam Pengembangan Industri Biofarmasi
Pada tahun 2028, Selatox berencana memulai produksi secara penuh setelah melengkapi semua persyaratan sertifikasi dan percobaan yang diperlukan. Fasilitas ini didukung oleh teknologi otomatisasi mulai dari formulasi hingga proses liofilisasi untuk menjaga kualitas produk.
Direktur Jenderal Biro Biofarmasi Kementerian Keamanan Pangan dan Obat Republik Korea, Ahn Young-jin, menyatakan dukungan Korea Selatan terhadap pengembangan biofarmasi di Indonesia. Kerja sama antara MFDS Korea dan BPOM Indonesia diharapkan dapat memperkuat industri biofarmasi kedua negara secara global.
Kehadiran PT Selatox Bio Pharma sebagai pabrik botulinum toxin pertama di Indonesia diharapkan dapat mendukung kemandirian sektor farmasi nasional serta meningkatkan daya saing industri kesehatan dalam negeri.












