Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar dari Bengkulu Sampai ke Jakarta
Pada Minggu (6/9) pagi, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang erupsi sejak Jumat (4/9) malam sudah meluas dari Bengkulu hingga Jakarta. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB pada hari yang sama.
Klaster Sebaran Abu Vulkanik
Menurut BMKG, terdapat dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG, VAAC Darwin, dan analisis citra RGB Himawari-9. Klaster pertama menuju arah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki di atmosfer.
“Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya,” tulis BMKG.
Sejumlah netizen di wilayah metropolitan Jabodetabek juga merasakan dampaknya. Mereka melaporkan temuan abu tipis di beberapa lokasi seperti Ciledug, Tangerang, Jagakarsa, dan pusat kota Jakarta. Di Bandara Soekarno-Hatta, penerbangan terganggu karena sebaran abu vulkanik yang menyebabkan bandara ditutup hingga pukul 9.30 WIB.
Klaster kedua sebaran abu Gunung Anak Krakatau menuju arah Lampung dan Bengkulu dengan sebaran abu dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.
Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau telah menyelimuti ruas jalan Bandarlampung. Pemerintah Kota Bandarlampung pun melakukan penyemprotan air untuk membersihkan debu vulkanik yang mengganggu pengguna jalan.
(sumber: CNN Indonesia)












