Berita  

Kasus ISPA Akibat Asap Karhutla Juli-Agustus 2026: Data Terbaru

Jakarta, CNN Indonesia — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama Juli hingga Agustus 2026. Data yang dirilis mengungkapkan ada 50.891 kasus ISPA akibat kondisi tersebut.

Peningkatan Kasus ISPA di Berbagai Wilayah

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, menjelaskan bahwa dari total kasus ISPA tersebut, sebanyak 38.291 kasus terjadi pada usia di atas 5 tahun, sedangkan 12.600 kasus lainnya dirawat pada pasien berusia 0-5 tahun. Hal ini menunjukkan dampak yang signifikan dari karhutla terhadap situasi kesehatan masyarakat.

Andi menekankan bahwa peningkatan kasus ISPA tidak hanya terjadi di provinsi-provinsi dengan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tinggi, tetapi juga menyebar ke wilayah sekitarnya. Sebagai contoh, peningkatan kasus ISPA yang mencolok terjadi di Kalimantan Utara. Meskipun wilayah tersebut minim karhutla, namun angin membawa asap ke wilayah tersebut, sehingga kasus ISPA tetap meningkat.

Upaya Kemenkes dan Dampak Lebih Luas

Kementerian Kesehatan mencatat bahwa sebanyak 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota terdampak oleh fenomena karhutla ini. Untuk mengatasi masalah ini, Kemenkes melaksanakan upaya promotif, preventif, dan persiapan layanan kesehatan yang lebih baik.

Andi menegaskan bahwa pemantauan lapangan di lokasi terdampak karhutla menjadi prioritas utama, termasuk dalam pembagian masker dan pengecekan ketersediaan obat-obatan, terutama obat asma. Hal ini untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan di berbagai daerah siap menghadapi peningkatan kasus ISPA sebagai dampak dari asap karhutla.

Source link