Komisi IX Desak Kemenkes Tangani 165 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla

Kementerian Kesehatan Diminta Kuasai Lonjakan Kasus ISPA di Kalimantan Barat

Anggota parlemen Yahya Zaini mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengatasi kenaikan tajam kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kalimantan Barat (Kalbar). Lonjakan tersebut disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas, mempengaruhi kesehatan masyarakat setempat.

Koordinasi Langkah Preventif dan Penanganan Medis

Yahya mengimbau Kemenkes dan pemerintah daerah untuk menetapkan protokol kesehatan yang mengharuskan warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Selain itu, evakuasi warga ke tempat yang lebih aman juga menjadi pertimbangan penting.

Menghadapi situasi ini, penanganan medis di lapangan harus melibatkan tenaga medis, kesehatan, rumah sakit, serta bantuan logistik kesehatan. Koordinasi antara Kemenkes dan Pemerintah Daerah Kalbar diharapkan bisa memastikan tersedianya fasilitas medis dan logistik kesehatan yang dibutuhkan.

Perhatian Khusus untuk Kelompok Rentan

Pentingnya memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia juga disorot oleh Yahya. Mereka rentan terhadap gangguan pernapasan akibat asap karhutla, sehingga perlunya penanganan dan perlindungan ekstra untuk kelompok tersebut.

Dalam upaya penanganan yang lebih efektif, Yahya mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan status kejadian luar biasa (KLB) di Kalbar. Langkah-langkah ini diharapkan dapat mempercepat respons dan penanganan yang terpadu terhadap masalah ISPA yang semakin meruncing di daerah tersebut.

Kunjungan dan Pencatatan Kasus ISPA di Kalimantan Barat

Seiring dengan permintaan Yahya, Komisi IX DPR RI berencana melakukan kunjungan lapangan ke daerah terdampak karhutla di Kalimantan Barat pada 4-5 September 2026. Tujuannya adalah untuk menilai langsung kondisi di lapangan dan memberikan rekomendasi kepada pemerintah berdasarkan temuan mereka.

Menurut laporan Dinas Kesehatan Kalbar, jumlah kasus ISPA yang tercatat menggunakan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) telah mencapai 165.727 hingga 22 Agustus 2026. Penyakit ini terus mengalami peningkatan seiring masifnya karhutla dan aktivitas hotspot yang terjadi di Kalbar.

Angka ISPA mencapai 29 kasus per 1.000 penduduk, dengan lonjakan kasus terutama terjadi pada minggu ke-32 yang membutuhkan perhatian khusus dari pihak terkait. Peningkatan kunjungan ke fasilitas kesehatan juga menjadi indikator penting akan eskalasi ISPA di daerah ini.

Source link