Bantuan Presiden: 50 Ribu Paket Sembako untuk Gempa NTT

Prabowo Subianto Kirim 50 Ribu Paket Sembako ke NTT

Presiden RI Prabowo Subianto telah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50 ribu paket sembako untuk masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8). Selain itu, beberapa pejabat pusat juga ditugaskan ke Labuan Bajo dan Maumere untuk penanganan darurat.

Pratikno, Tito Karnavian, dan Pejabat Lainnya Diturunkan

Prabowo menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, dan Kepala Basarnas Mohammad Syafii untuk memberikan bantuan langsung. Direncanakan pula Wakil Menteri Kesehatan, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan tim dari PLN, Pertamina, Telkom, dan Bulog juga turut serta dalam misi ini.

Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa 50 ribu paket sembako dari Banpres telah dikirimkan ke Maumere untuk dibagikan kepada masyarakat terdampak. Presiden Prabowo menegaskan agar seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan Segera Didistribusikan

Dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala BNPB Suharyanto menyatakan bahwa Banpres dari Prabowo akan segera didistribusikan kepada warga yang membutuhkan. Bantuan tidak hanya terbatas pada sembako, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan dasar seperti makanan, minuman, air bersih, tenda, genset, dan kebutuhan darurat lainnya.

Pemerintah juga berkomitmen untuk memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa di NTT. Upaya optimalisasi persediaan logistik di sekitar lokasi bencana terus dilakukan, termasuk pengalihan persediaan dari kabupaten-kabupaten tetangga yang tidak terlalu terdampak.

Wilayah Paling Terdampak

Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur adalah daerah yang paling terdampak bencana gempa dengan Magnitudo 7,7. BMKG sempat merilis peringatan dini tsunami, namun telah dinyatakan berakhir. Saat ini, evakuasi dan pendataan korban masih terus dilakukan. Menurut BNPB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 38 orang, dengan puluhan lainnya luka berat maupun ringan. Lebih dari 2.000 orang juga mengungsi secara mandiri.

Source link